Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi Saham Makin Lesu, Sekuritas Jelaskan Penyebabnya

Penurunan transaksi saham belakangan disebabkan pengaruh perekonomian global yang membuat minat transaksi saham menurun.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 11 Juli 2022  |  18:46 WIB
Transaksi Saham Makin Lesu, Sekuritas Jelaskan Penyebabnya
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Penurunan transaksi saham belakangan disebabkan pengaruh perekonomian global yang membuat minat transaksi saham menurun. Bisnis - Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Transaksi saham cenderung melesu dalam dua pekan terakhir. Selain karena regulasi penutupan kode domisili investor, hal itu juga disebabkan tekanan bursa global akibat perekonomian.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Rudi Utomo menilai penurunan transaksi saham bukan karena penutupan kode broker dan kode domisili, melainkan karena pengaruh perekonomian global.

"Ini karena pengaruh global saja penurunan tersebut, jadi bukan Karena penutupan kode. Dengan demikian, ketika isu pengaruh global ini sudah mereda investor akan aktif kembali," katanya.

Amerika Serikat (AS) berencana menaikkan kembali suku bunganya 75 basis poin (BPS) pada Juli ini. Selanjutnya, masih ada perjalanan panjang untuk menekan inflasi AS yang telah mencapai 8,6 persen ke cita-citanya di kisaran 3,15 persen pada kuartal IV/2022.

Lebih lanjut, kenaikan suku bunga The Fed akan membuat dolar AS semakin menguat, dan rupiah semakin melemah. Dengan kondisi ini, pasar khawatir sebentar lagi BI tak punya pilihan lain selain turut menaikkan suku bunga.

Senada, Corporate Secretary PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) Prama Nugraha melihat positif atas penutupan kode broker dan domisili, sehingga investor bisa bertransaksi efek secara objektif tanpa mengikuti broker atau domisili investor lain
.
"Adapun, penurunan transaksi di bursa kebuh dikarenakan pengaruh global sehingga investor lebih berhati-hatii," tambahnya.

Panin Sekuritas lanjutnya lebih memilih berstrategi dengan melakukan sosialisasi ke nasabah atas penutupan kode broker dan domisili tersebut.

Panin Sekuritas lebih banyak melakukan edukasi dan pembaruan pasar kepada nasabah atau investor secara online sehingga mendapatkan informasi yang komprehensif dalam mengantisipasi pergerakan pasar.

Sepanjang pekan lalu 4-8 Juli 2022, rata-rata frekuensi transaksi saham harian Bursa mengalami koreksi 7,89 persen menjadi 1.039.217 transaksi dari 1.128.267 transaksi pada penutupan pekan lalu.

Rata-rata volume transaksi Bursa juga mengalami penurunan sebesar 7,36 persen menjadi 17,607 miliar saham dari 19,006 miliar saham pada penutupan pekan yang lalu.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian Bursa selama sepekan turut berubah sebesar 10,95 persen menjadi Rp10,837 triliun dari Rp12,169 triliun pada pekan sebelumnya.

Pada pekan sebelumnya, 27 Juni--1 Juli 2022, rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa mengalami penurunan 10,25 persen menjadi 1.128.267 transaksi dari 1.257.107 transaksi pada penutupan pekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi Bursa juga mengalami penurunan sebesar 23,22 persen menjadi 19,006 miliar saham dari 24,753 miliar saham pada penutupan pekan sebelumnya.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian Bursa selama sepekan turut turun sebesar 29,79 persen sebesar Rp12,169 triliun dari Rp17,332 triliun pada pekan sebelumnya.

Dengan demikian, rata-rata nilai transaksi harian bursa sejak ditutupnya kode domisili pada perdagangan Senin (27/6/2022) mengalami penurunan 37,47 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham transaksi saham investor asing
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top