Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penyebab IHSG Anjlok 2 Persen, Saham ADRO Terjun Bebas 7 Persen

Sentimen inflasi memberikan pengaruh besar pada turunnya IHSG hari ini.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 13 Juni 2022  |  14:18 WIB
Ini Penyebab IHSG Anjlok 2 Persen, Saham ADRO Terjun Bebas 7 Persen
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/3/2020). - ANTARA / Galih Pradipta
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pergerakan di zona merah pada awal sesi II perdagangan Senin (13/6/2022).

Berdasarkan data RTI, IHSG tersungkur 2,04 persen ke level 6.941,74 pada pukul 13:48 WIB. Sebanyak 513 saham melemah, 69 saham menguat, dan 109 saham lainnya bergerak di tempat.

Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Roger M. M. mengemukakan pelemahan IHSG hari ini dipengaruhi oleh sentimen inflasi Amerika Serikat yang di luar ekspektasi. Data terbaru inflasi Amerika Serikat memperlihatkan inflasi tahunan Mei mencapai 8,6 persen, di atas inflasi April 8,3 persen.

“Sentimen inflasi memberikan pengaruh besar pada turunnya IHSG. Inflasi Amerika Serikat pada Mei ternyata melebihi ekspektasi. Dari prediksi 8,2 persen ternyata naik 8,6 persen,” kata Roger, Senin (13/6/2022).

Inflasi Amerika Serikat yang mencapai level tertinggi dalam 41 tahun makin memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed akan mengambil kebijakan suku bunga yang lebih agresif. Roger memperkirakan rapat FOMC pada 14-15 Juni ini hampir pasti menghasilkan keputusan kenaikan suku bunga 50 bps.

“Pada pertemuan 14-15 Juni The Fed Sudah dipastikan agenda kenaikan suku bunga 0,5 persen. Kemudian di September juga kemungkinan kembali akan menaikkan suku bunga dengan probabilitasnya masih 60 persen,” kata Roger.

Data inflasi Mei menunjukkan kenaikan di luar ekspektasi. Indeks harga konsumen naik 8,6 persen secara tahunan dibandingkan dengan 8,3 persen pada April 2022 dan merupakan kenaikan terbesar sejak 1981.

Kenaikan ini tak lepas dari harga energi yang melonjak 34,6 persen dibandingkan dengan tahun lalu dan merupakan kenaikan terbesar sejak 2005. Inflasi inti yang tidak termasuk barang pangan bergejolak dan energi naik 0,6 persen dibandingkan dengan April 2022 dan 6 persen secara tahunan.

Saham batu bara terus mengalami tekanan hingga 14.16 WIB. Saham ADRO tersungkur 7 persen, DOID ambles 6,90 persen, INDY terjungkal 6,01 persen, dan BUMI melemah 3,45 persen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Kebijakan The Fed penggerak ihsg tekanan inflasi ihsg hari ini
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top