Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Merdeka Copper Gold (MDKA) Siapkan Capex Jumbo Kebut 2 Proyek

PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA)menyiapkan anggaran belanja modal jumbo lebih dari US$400 juta untuk pengembangan dua proyek besar, yakni tambang emas Pani dan pengolahan multi-komoditas Acid Iron Metal (AIM).
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018)./JIBI-Abdullah Azzam
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten tambang Grup Saratoga, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) telah menyiapkan anggaran belanja modal jumbo untuk pengembangan dua proyek besar, yakni tambang emas Pani dan pengolahan multi-komoditas Acid Iron Metal (AIM).

Direktur Merdeka Copper Gold David Thomas Fowler menyebutkan, emiten bersandi MDKA ini menyiapkan capex untuk jangka panjang, operasional eksisting, dan biaya berkelanjutan.

"Terkait dengan proyek yang membutuhkan investasi, kami memperkirakan akan mengeluarkan investasi senilai US$15 juta untuk Proyek Pani yang saat ini masih dalam pengerjaan studi kelayakan dan memulai tahap pengeboran," ungkapnya dalam paparan publik, Jumat (10/6/2022).

Kepemilikan MDKA di Proyek Emas Pani adalah 70 persen melalui kepemilikan saham pengendali baik di IUP PBJ/Pani kurang lebih 83,35 persen dan GSM/Pani kurang lebih 50,1 persen.

Proyek Emas Pani diharapkan menjadi tambang emas berumur panjang dan berbiaya rendah dengan potensi produksi tahunan lebih dari 250.000 ons emas selama lebih dari 15 tahun. Proyek ini juga diharapkan untuk menyelesaikan 50.000 meter pengeboran definisi sumber daya selama 2022.

Selanjutnya, untuk proyek logam lainnya, MDKA tengah menyelesaikan uji kelayakan di proyek AIM dengan total capex mulai 2022 sampai pertengahan 2023 sekitar US$390 juta.

"Proyek AIM adalah proyek pengembangan multi-komoditas yang diharapkan menghasilkan pendapatan dan EBITDA tahunan rata-rata selama lima tahun pertama masing-masing sebesar US$280 juta dan US$160 juta," jelas David.

Proyek AIM akan memiliki kapasitas pabrik 1,2 juta ton per tahun (Mtpa) dan telah resmi memulai konstruksi pada kuartal II/2021, dengan produksi pertama dijadwalkan pada akhir kuartal I/2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper