Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren IPO, Penerbitan Nilai Nominal Saham Kecil Makin Merebak

Beberapa perusahaan yang ingin maju menjadi perusahaan publik tercatat menawarkan saham baru dengan nilai nominal yang jauh daripada harga perdana.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  09:28 WIB
Tren IPO, Penerbitan Nilai Nominal Saham Kecil Makin Merebak
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/12/2021). Bisnis - Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa perusahaan yang ingin maju menjadi perusahaan publik tercatat menawarkan saham baru dengan nilai nominal yang jauh daripada harga penawaran perdana.

Nilai nominal saham merupakan nilai yang ditetapkan per lembar saham dari perusahan tersebut ketika diterbitkan. Misalnya saja PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang menetapkan nilai nominal saham Rp1 per lembar.

Nilai itu, sejauh ini, masih menjadi pemegang rekor diantara perusahaan tercatat lainnya. Adapun, calon emiten PT Mandiri Mineral Perkasa Tbk. (NPII) akan menjadi pemegang rekor kedua karena memberi nilai nominal saham barunya sebesar Rp2 per lembar.

Jika NPII bergerak di industri dasar, maka PT WIR Asia Tbk. (WIRG) yang berada di sektor teknologi seperti GOTO juga menetapkan nilai nominal sahamnya sebesar Rp5 per lembar. Adapun, emiten portofolio Telkom PT Global Sukses Solusi Tbk. (RUNS) juga memutuskan nilai yang kecil.

Emiten teknologi itu menetapkan nilai nominal sahamnya sebesar Rp4 per lembar. Adapun emiten konsumer yang dipegang oleh Wulan Guritno, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY) memberi nilai saham per lembarnya Rp10.

Selain itu, ada pula calon-calon emiten di pipeline IPO yang memberi nilai nominal rendah. Di antaranya adalah PT Hoffmen Cleanindo Tbk. (KING) dengan nilai nominal Rp20, PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk. (OLIV) Rp10, dan PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk. (ASHA) Rp10.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan pihaknya memang tidak pernah mengatur nilai nominal saham calon emiten yang ingin IPO. Menurutnya, dalam peraturan Bursa Nomor I-A yang diterbitkan pada tanggal 21 Desember 2021, Bursa hanya mengatur harga saham minimal pada saat pencatatan perdana.

“Penentuan harga nominal merupakan langkah strategis dari masing-masing perusahaan yang akan melaksanakan IPO saham. Dalam hal perusahaan tersebut akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), maka harga saham paling sedikit Rp100 untuk di papan utama dan pengembangan,” katanya Minggu malam (22/5/2022).

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bei ipo telkom
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top