Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stablecoin Terra Luna Merosot Hampir 100 Persen, Investor Bitcoin Bisa Bangkrut

Coinbase, platform trading kripto asal Amerika Serikat mengungkapkan ada kekhawatiran investor akan risiko bangkrut akibat merosotnya harga bitcoin.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 12 Mei 2022  |  13:20 WIB
Stablecoin Terra Luna Merosot Hampir 100 Persen, Investor Bitcoin Bisa Bangkrut
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga bitcoin kian hari kian ambles. Hal ini menjadi momok bagi para investor kripto.

Mengutip Bloomberg, harga bitcoin pada perdagangan Kamis (12/5/2022) tercatat menurun 6,54 persen di kisaran US$27.092 dalam 24 jam terakhir. 

Dalam seminggu, bitcoin melorot 23,59 persen. Sementara dalam sebulan ini, bitcoin sudah terkerek 32,41 persen.

Sedangkan Ethereum (ETH) juga merosot 11,41 persen ke level US$1.839. Dalam sepekan ETH terpantau turun 30,19 persen.

Coinbase, platform trading kripto asal Amerika Serikat mengungkapkan ada kekhawatiran investor akan risiko bangkrut akibat merosotnya bitcoin tersebut.

CEO Coinbase, Brian Armstrong menyatakan, perseroan memegang setidaknya US$256 miliar mata uang tradisional dan kripto atas nama pelanggan per Maret 2022.

Adanya risiko kebangkrutan seiring dengan peraturan terbaru yang dikeluarkan oleh regulator pasar keuangan Amerika Serikat yaitu Securities and Exchange Commission (SEC) yang mewajibkan platform kripto memasukkan asep kepemilikan kripto pelanggan sebagai aset di neraca perusahaan.

“Kami tidak memiliki risiko kebangkrutan, namun kami memasukkan faktor risiko baru berdasarkan persyaratan SEC yang disebut SAB 121, yang merupakan pengungkapan baru yang diperlukan untuk perusahaan publik yang memiliki aset kripto untuk pihak ketiga,” kata Armstrong sebagaimana dikutip dari New York Post, Kamis (12/5/2022).

Bitcoin terus merosot seiring dengan amblesnya TerraUSD yang kehilangan patokan (peg) dolarnya pada pekan ini.

Mengutip CNBC International, analis menyebut level harga US$30.000 sebagai pengunci nilai pasar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar. Jika harga kripto merosot melebihi standar tersebut, ada kemungkinan bakal ambles semakin dalam.

TerraUSD juga mengalami penurunan hampir 100 persen dalam seminggu terakhir, menembus batas sebesar US$1.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency aset kripto coinbase Kripto Terra LUNA
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top