Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Telkom (TLKM) Raup Pendapatan Rp35,20 Triliun, Pelanggan IndiHome Tembus 8,7 Juta

Pendapatan Telkom (TLKM) kuartal I/2022 didukung oleh kinerja IndiHome dan Digital Business Telkomsel yang menyumbangkan pendapatan terbesar.
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan./tlt.co.id
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan./tlt.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) atau Telkom mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada kuartal I/2022. 

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2022, Telkom meraup pendapatan Rp35,20 triliun pada kuartal I/2022, atau naik 3,72 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp33,94 triliun. Sementara laba bersih naik tipis 1,72 persen menjadi Rp6,11 triliun dari sebelumnya Rp6,01 triliun.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, tahun ini perseroan akan fokus melakukan upaya akselerasi untuk bertransformasi menjadi perusahaan digital telco.

Dia mengungkapkan setidaknya ada beberapa strategi utama yang akan direalisasikan TLKM untuk meningkatkan value bagi pemangku kepentingan hingga mewujudkan sustainable competitive growth.

"Langkah ini mulai memperlihatkan hasil yang baik, kami yakini akan berdampak positif bagi perusahaan dalam 2-3 tahun ke depan,” ujar Ririek dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (10/5/2022).

Pendapatan TLKM didukung oleh kinerja IndiHome dan Digital Business Telkomsel yang menyumbangkan pendapatan terbesar.

Pada segmen fixed broadband, IndiHome membukukan pendapatan Rp6,9 triliun atau meningkat 7,9 persen yoy. Pelanggan IndiHome hingga akhir Maret 2022 tercatat mencapai 8,7 juta, tumbuh 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Selain itu average revenue per user atau ARPU IndiHome berada di kisaran Rp270.000, didorong oleh pendapatan dari add-ons yang tumbuh 15,6 persen yoy yang berkontribusi sebesar 15,9 persen dari total pendapatan IndiHome.

IndiHome bekerjasama dengan beberapa content provider seperti Disney+ Hotstar dan Netflix yang dianggap mampu mendatangkan lebih banyak pelanggan.

Sementara itu pada segmen mobile, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp21,3 triliun. Pendapatan ini didukung jumlah pelanggan Telkomsel yang tercatat hingga akhir Maret mencapai 175 juta pelanggan dengan pengguna mobil data sebanyak 119,8 juta.

Lalu lintas data juga tercatat tumbuh 19,2 persen dari periode yang sama tahun lalu. Total BTS Telkomsel hingga akhir triwulan pertama 2022 mencapai 247.930 unit atau tumbuh 5,9 persen yoy, di mana 197.721 diantaranya adalah BTS 3G/4G/5G.

Selain itu, Telkomsel juga memperkenalkan PT Telkomsel Ekosistem Digital (Indico), yang menawarkan produk dan layanan di sektor bisnis digital. Indico akan menjadi holding untuk portofolio bisnis Telkomsel diantaranya aplikasi layanan kesehatan Fita, aplikasi pendidikan Kuncie, dan mobile gaming melalui anak usaha Majamojo.

Adapun segmen enterprise TLKM hingga Maret 2022 membukukan pendapatan Rp4,2 triliun dengan pertumbuhan 1,9 persen yoy, didukung layanan B2B IT services dan layanan digital yang berkontribusi paling dominan.

Pada April 2022 Telkom juga telah mengambil alih Telkomsigma menjadi anak usaha langsung. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi Grup Telkom dalam penataan portofolio bisnisnya.

Sementara itu segmen wholesale dan international mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,9 triliun yang meningkat 16 persen yoy, disumbang pertumbuhan bisnis menara telekomunikasi dan layanan wholesale voice internasional.

Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel membukukan pendapatan Rp1,87 triliun atau tumbuh 21,5 persen yoy.

Saat ini, grup Telkom sedang melakukan konsolidasi bisnis data center sebagai fokus lini bisnis data center dan cloud dengan nama Hyperscale Data Center, yang diperkirakan akan mulai beroperasi pada kuartal II/2022.

Sepanjang 2022, Telkom mengeluarkan anggaran belanja modal atau capex sebanyak 16,3 persen dari total pendapatan, atau sekitar Rp5,7 triliun.

Belanja modal digunakan perseroan untuk memperkuat infrastruktur jaringan dan pendukung untuk meningkatkan kapasitas, baik pada bisnis fixed line maupun mobile.

Pada penutupan perdagangan Selasa (10/5/2022), saham TLKM terpantau parkir di zona hijau dengan penguatan tipis 0,70 persen atau setara 30 poin ke posisi 4.340 dengan kapitalisasi pasar Rp429,93 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper