Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MNC Energy (IATA) Temukan Cadangan Batu Bara 20,58 Juta Ton, Wuih!

Anak usaha PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), PT Arthaco Prima Energy (APE) menemukan cadangan 20,58 juta MT pada tambang miliknya.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 09 Mei 2022  |  08:57 WIB
MNC Energy (IATA) Temukan Cadangan Batu Bara 20,58 Juta Ton, Wuih!
Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Anak usaha PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), PT Arthaco Prima Energy (APE) menemukan cadangan 20,58 juta MT batu bara pada tambang miliknya.

Laporan Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI) juga menyatakan batu bara MNC Grup itu memiliki GAR 3.250 kg/kcal pada pengeboran Tahap 1 di lahan seluas 380 Ha. Adapun total area cadangan saat ini 2.059 Ha.

Manajemen IATA menyatakan bila menggunakan harga batu bara HBA rata-rata dari tahun 2000 sampai dengan April 2022, maka kegiatan penambangan APE akan menghasilkan Net Present Value (NPV) sebesar US$ 56,6 juta. Dari situ, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 56,5 persen, Break Even Point (BEP) sebesar 5,2 juta MT dan Payback Period pada 1,87 tahun.

“Tentunya jika harga batubara bertahan seperti sekarang, NPV diatas akan meningkat hingga lebih dari dua kali lipat. Temuan cadangan dan sumber daya masih akan terus bertambah karena pengeboran tahap 1 yang dilakukan hanya kurang dari 20 persen area IUP APE yang dapat ditambang. Pengeboran Tahap 2 dan Tahap 3 rencananya akan selesai pada kuartal ini,” tulis manajemen Senin (9/5/2022).

APE telah memiliki IUP Operasi Produksi dengan luas 15.000 Ha di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Lokasi tambang APE hanya 12,5 km dari sungai dan sekitar 108 km ke area transhipment di pelabuhan Tanjung Buyut. APE direncanakan memulai produksi  pada Q4 2022.

Dengan tambahan laporan KCMI ini, cadangan batubara terbukti dari 9 IUP yang dimiliki oleh IATA naik menjadi 158,68 juta dari sebelumnya 138,1 juta MT.

Angka tersebut belum memperhitungkan tambahan cadangan dari IUP APE yang lebih dari 80 persen lahannya belum dilakukan pengeboran. Selain itu, IUP PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal – South (BSPC-S), PT Putra Mandiri Coal (PUMCO), PT Primaraya Energi (PE), PT Titan Prawira Sriwijaya (TPS), PT Sriwijaya Energi Persada (SEP), serta PT Energi Inti Bara Pratama (EIBP) yang sama sekali belum dilakukan pengeboran.

“Kegiatan pengeboran akan terus dilanjutkan dan cadangan akan terus bertambah jika hasil eksplorasi menunjukkan temuan batu bara. Kami memperkiraan cadangan batubara untuk semua IUP mencapai minimal 600 juta MT,” pungkas manajemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan batu bara mnc iata
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top