Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

JP Morgan Ramal Saham Duo Indofood INDF dan ICBP Siap Bullish

Analis JP Morgan menilai duo Indofood telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kenaikan harga serta melakukan efisiensi biaya.
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk./indofood.com
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk./indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dinilai bullish dalam jangka panjang.

Analis JP Morgan Benny Kurniawan menuturkan, meski pihaknya meyakini duo Indofood tersebut cenderung mengalami penguatan berkelanjutan, tetap ada hambatan pada biaya pemasukan perusahaan.

“Kami percaya secara year-to-date kinerja yang kurang baik telah membuat perseroan memperhitungkan kelemahan pendapatan tahun ini, dan kami melihat harga saham saat ini sebagai titik masuk yang sangat menarik untuk kepemilikan jangka panjang,” papar Benny dalam risetnya, dikutip Selasa (19/4/2022).

Benny menilai perusahaan telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kenaikan harga serta melakukan efisiensi biaya.

Lebih lanjut, bisnis mie instan berpotensi mendongkrak kinerja ICBP, karena perusahaan merupakan pemimpin pasar dengan margin yang luas dalam bisnis tersebut. Lebih dari 60 persen pangsa pasar telah dikuasai.

“Mie instan adalah makanan pokok di Indonesia, dengan demikian kami melihat kenaikan harga diserap oleh konsumen dengan konsekuensi negatif yang minimal,” imbuh Benny.

Analis JP Morgan tersebut merekomendasikan untuk mempertahankan peringkat overweight pada saham grup Indofood

Pada penutupan perdagangan Selasa (19/4/2022), saham Grup Indofood terpantau parkir di zona hijau. INDF ditutup dengan peningkatan 1,22 persen atau setara 75 poin ke posisi 6.200, sedangkan ICBP naik 1,06 persen atau 75 poin ke posisi 7.175.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper