Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kalbe Farma (KLBF) Bidik Kenaikan Penjualan Sampai 15 Persen pada 2022

Kalbe Farma (KLBF) menargetkan penjualan tumbuh 11 sampai 15 persen pada 2022
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 07 April 2022  |  20:23 WIB
Direktur PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) Bernadus Winata menyampaikan rencana kerja perseroan dalam Public Expose Live 2021, Rabu (8/9 - 2021)
Direktur PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) Bernadus Winata menyampaikan rencana kerja perseroan dalam Public Expose Live 2021, Rabu (8/9 - 2021)

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membidik kenaikan penjualan di kisaran 11 sampai 15 persen pada 2022. Target ini akan diiringi dengan belanja modal yang difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi, distribusi, dan jaringan.

Chief Financial Officer Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata menjelaskan bahwa target kenaikan dua digit ini tidak terlepas dari performa penjualan beberapa tahun terakhir yang berada di atas pertumbuhan ekonomi.

Sebagai contoh, perusahaan berhasil mencetak pertumbuhan penjualan bersih sebesar 13,6 persen year on year (YoY), sementara pada 2020 tumbuh 2,1 persen YoY meski ekonomi terkontraksi akibat pandemi.

“Kami menargetkan penjualan tumbuh 11 sampai 15 persen pada 2022, pertumbuhan earning per share juga di kisaran yang sama. Kami menargetkan tumbuh dua digit. Pada umumnya penjualan selalu tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Bernadus dalam diskusi virtual yang digelar CGS CIMB Sekuritas, Kamis (7/4/2022).

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2021, KLBF mencetak penjualan bersih sebesar Rp26,26 triliun, naik 13,62 persen dibandingkan dengan 2020 yang sebesar Rp23,11 triliun.

Sementara itu, laba yang tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 16,46 persen menjadi Rp3,18 triliun pada 2021, sementara pada 2020 laba bersih perusahaan berjumlah Rp2,73 triliun.

Bernadus mengatakan perusahaan berencana mempertahankan alokasi pembayaran dividen di kisaran 45 sampai 55 persen dari total laba bersih. Sementara untuk belanja modal, perusahaan mengalokasikan sekitar Rp1 triliun.

“Untuk capex, kami Sudah ekspansi cukup besar pada 2019 sehingga 2021 dan 2022 akan cukup rendah realisasinya,” kata dia.

Pada 2019, total belanja modal Kalbe Farma tercatat mencapai Rp1,73 triliun. Realisasi belanja modal lantas turun pada tahun-tahun berikutnya menjadi Rp927 miliar pada 2020 dan Rp504 miliar pada 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

klbf Kinerja Emiten emiten farmasi kalbe farma
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top