Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup ke Rekor Tertinggi 7.053, Saham BUMN TLKM-BBRI Diincar Asing

IHSG parkir pada posisi 7.053,19, naik 0,59 persen atau 41,5 poin, mencapai rekor tertinggi baru.
Pengunjung beraktivitas di dekat tulisan Yuk Nabung Saham, di Jakarta, Kamis (3/1/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Pengunjung beraktivitas di dekat tulisan Yuk Nabung Saham, di Jakarta, Kamis (3/1/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada penutupan perdagangan sesi hari ini, Rabu (30/3/2022), dan mencapai rekor tertinggi baru.

IHSG parkir pada posisi 7.053,19, naik 0,59 persen atau 41,5 poin. Level penutupan hari ini melampaui rekor penutupan tertinggi IHSG sepanjang sejarah yang dicapai pada 24 Maret 2022 di level 7.049,685.

IHSG hari ini sempat mencatatkan posisi tertinggi pada level 7.055,86, dan level terendah 7.022,65.

Tercatat, 233 saham menguat, 281 saham melemah dan 173 saham bergerak ditempat. Investor asing mencatatkan aksi net foreign buy Rp445,74 miliar di seluruh pasar jelang penutupan.

Saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menjadi top gainer teratas hari ini setelah melesat 28,07 persen. PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyusul di belakang BELL dengan kenaikan masing-masing sebesar 14,16 persen dan 14 persen.

Investor asing tercatat membeli saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp253,8 miliar, atau yang terbanyak hari ini. Menyusul dibelakangnya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp148,4 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp71,8 miliar.

Di sisi lain, saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menjadi yang paling banyak dilego investor asing dengan net sell Rp119,6 miliar. Selanjutnya, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mencatatkan net sell Rp37,4 miliar.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan, kombinasi pernyataan Russian Deputy Defense Minister Alexander Fomin yang mengatakan Rusia akan secara drastis mengurangi aktivitas militernya dekat ibu kota Ukraina, Kyiv, menjadi sentimen positif IHSG hari ini.

Selain itu, turunnya yield obligasi (yield inverted) AS tenor 5 tahun dan 30 tahun pertama kali sejak tahun 2016, yang mengindikasikan sinyal akan terjadinya resesi ekonomi menjadi pendorong kembali naiknya Indeks DJIA sebesar 0,97 persen dalam perdagangan Selasa.

"Dengan demikian, selama 10 hari terakhir Indeks DJIA sudah menguat sekitar 10 persen, menjadi sentimen positif bagi IHSG Rabu ini," ujar Edwin dalam risetnya, Rabu (30/3/2022).

Dia melanjutkan, sentimen positif lain bagi perdagangan Rabu ini di Bursa Indonesia, datang dari menguatnya harga beberapa komoditas seperti minyak yang naik 1,67 persen, emas 0,11 persen, CPO 0,87 persen dan timah 0,64 persen, serta turunnya yield Obligasi AS untuk seluruh tenor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper