Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Valuasi Tinggi, Reksa Dana Saham Berpotensi Koreksi Jelang Ramadan

Gerak IHSG yang fluktuatif juga akan turut memengaruhi pergerakan reksa dana saham. 
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Memasuki bulan Ramadan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuatif, kinerja reksa dana diperkirakan akan turut berpengaruh. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, per Senin (28/3/2022), IHSG ditutup menguat 0,67 persen atau 47,07 poin ke level 7.049,60. Dengan demikian, sepanjang tahun bursa Indonesia telah tercatat tumbuh 7,11 persen. 

Di mana pada akhir perdagangan tahun 2021 tepatnya pada 30 Desember, IHSG ditutup di level 6.581,48. 

Sementara, mulai pekan kedua Maret 2022, IHSG bergerak fluktuatif dan sudah mulai menyentuh level 7.000, dan pada pekan lalu sempat menyentuh level tertingginya yaitu 7.055,34. 

Beriringan dengan positifnya kenaikan IHSG, reksa dana saham pun terpantau memimpin kinerja instrumen reksa dana sepanjang tahun dengan naik 3,06 persen, dengan kenaikan IHSG 6,40 persen year to date (ytd) per Jumat (25/3/2022). 

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto juga menyampaikan bahwa IHSG sendiri memiliki pergerakan yang fluktuatif dan juga akan turut mempengaruhi pergerakan reksa dana saham. 

“Jika naiknya terlalu cepat, biasanya juga diikuti dengan koreksi. Namun ini lebih sehat karena investor punya kesempatan untuk masuk,” ungkap Rudiyanto kepada Bisnis, Senin (28/3/2022). 

Oleh karena pergerakan yang fluktuatif tersebut menjelang Ramadan, Rudiyanto memperkirakan indeks akan menghadapi sentimen negatif jika terdapat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) seperti Pertalite dan Pertamax serta kenaikan tarif listrik sehingga menyebabkan kenaikan tingkat inflasi. 

Namun, jika pemerintah belum menaikkan harga bahan bakar dan juga tarif listrik Rudiyanto mengharapkan tingkat inflasi tidak tinggi. 

Dia juga mengungkapkan bahwa bulan Ramadan tahun ini bertepatan dengan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga harapannya konsumsi akan tumbuh dan membuat kinerja perusahaan di sektor konsumsi dan pendukungnya meningkat. 

Masih berkaitan dengan fluktuatifnya pergerakan IHSG, Rudiyanto pun mengungkapkan ada potensi koreksi untuk kinerja reksa dana saham ke depan.  

“Tanpa ada sentimen dari inflasi sekalipun, jika valuasi saham sudah terlalu tinggi, tetap berpotensi [reksa dana saham] ada koreksi,” ujarnya. 

Panin Asset Management sendiri ungkapnya mengharapkan IHSG di akhir tahun dapat mencapai rentang level 7.400 hingga 7.600. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper