Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Jatuh dari Rekor Tertinggi, Analis: Aksi Beli Asing Bisa Jadi Pendorong

Analis menilai aksi beli investor asing bisa menahan penurunan dan akan mendorong kenaikan indeks IHSG ke level tertinggi.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (26/1/2022). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (26/1/2022). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Jumat (25/3/2022). Mengikuti jejak mayoritas indeks saham di kawasan Asia.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 11.30 WIB, IHSG parkir pada posisi 6.989,12 atau turun 0,86 persen. IHSG sempat mencatatkan posisi tertinggi pada level 7.055,34.

Terdapat 195 saham yang menguat, 305 saham melemah dan 175 saham bergerak di tempat. Investor asing mencatatkan aksi net foreign buy Rp471,60 miliar di seluruh pasar.

Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya menyebutkan mayoritas bursa regional Asia bergerak melemah, dampak dari sentimen eksternal. Pasar tampaknya menanti respons pemerintah China atas seruan dari NATO untuk bergabung mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.

Sekjen NATO meminta China untuk ikut Andil menjaga ketertiban dunia mengingat perannya sebagai anggota Dewan Keamanan PBB. Bahkan, NATO berpesan agar China membantu menjembatani dalam mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

“Hal tersebut direspons melalui pergerakan harga komoditas minyak yang sudah berada di atas level US$110 di mana menambah ketidakpastian kapan perang berakhir,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas, Jumat (25/3/2022).

Sementara dari dalam negeri, IHSG jelang akhir pekan ini gagal bertahan atas level indeks 7.000. Aksi profit taking dinilai membayangi pergerakan perdagangan saham jelang akhir pekan.

Meski demikian, momentum akumulasi arus modal asing ke dalam negeri akan memberikan katalis positif. Aksi beli asing bisa menahan penurunan dan akan mendorong kenaikan indeks IHSG ke level tertinggi.

“Hal ini ditopang pengumuman pemerintah yang memberikan pelonggaran PPKM dan juga pelonggaran arus mudik. Sehingga ini akan memberikan momentum recovery ekonomi nasional.”

Sepanjang sesi pertama, saham-saham dengan pembelian bersih terbesar antara lain BMRI, INCO, ASII, TINS, dan BBNI. Sedangkan beberapa saham yang mengalami penjualan bersih terbesar diantaranya TLKM, ICBP, JPFA, INDF, dan TOWR.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar pada sesi I adalah HITS, SDMU, BSML, FORU, dan MLPL. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar adalah LFLO, INDX, SUPR, PANI, dan FISH.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper