Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Bersih Tower Bersama (TBIG) di Atas Perkiraan Analis, Ini Rekomendasinya

Akuisisi 3.000 menara dari Inti Bangun Sejahtera meningkatkan pendapatan 2021 Tower Bersama (TBIG) sebesar 16 persen year-on-year (yoy).
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 23 Maret 2022  |  13:49 WIB
Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi (kiri) didampingi Direktur Helmy Yusman Santoso memberikan penjelasan, usai RUPST di Jakarta, Selasa (21/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi (kiri) didampingi Direktur Helmy Yusman Santoso memberikan penjelasan, usai RUPST di Jakarta, Selasa (21/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) membukukan peningkatan laba bersih hingga 53,42 persen atau mencapai Rp1,54 triliun di 2021. Peningkatan laba bersih ini melampaui prediksi analis.

Analis CGS CIMB Sekuritas Willy Suwanto dan Michelle A. Nugroho dalam risetnya mengatakan, laba bersih yang dihasilkan Tower Bersama di atas perkiraan pihaknya sebesar 108 persen dan secara umum sejalan dengan konsensus Bloomberg di 105 persen.

"Akuisisi 3.000 menara dari Inti Bangun Sejahtera meningkatkan pendapatan 2021 TBIG sebesar 16 persen year-on-year (yoy)," kata Willy dan Michelle, dikutip Rabu (23/3/2022).

Selain itu, pada kuartal IV/2021, TBIG juga menambah 528 menara dan 1.100 penyewa. Sepanjang tahun, TBIG secara organik menambah 1.300 menara dan 2.800 penyewa.

Dengan demikian, hingga akhir 2021 perseroan memiliki 20.578 menara dan 39.088 penyewa, dengan tenancy ratio 1,90.

Telkomsel menyumbang 35,6 persen dari total pendapatan TBIG di 2021, dengan kombinasi Indosat dan Hutchinson menyumbang 36,3 persen dari total pendapatan.

Untuk tahun ini, Willy dan Michelle menyebut TBIG mengincar 3.500 penyewa baru. Jumlah ini lebih tinggi dari rata-rata 3.000 di tahun-tahun sebelumnya.

"Hal ini mungkin untuk mengantisipasi tidak diperpanjangnya sewa Indosat Ooredoo Hutchinson yang ingin mengkonsolidasikan operasinya," tuturnya.

CIGS CIMB Sekuritas merekomendasikan investor untuk add atau menambah saham TBIG, dengan target harga Rp3.600. Penilaian ini bisa berubah melihat perkembangan pembaruan sewa menara dari IOH.

Adapun risiko kerugian akan berasal dari perlambatan pertumbuhan sewa dan tarif sewa yang tidak menguntungkan selama perpanjangan kontrak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tower bersama rekomendasi saham emiten menara
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top