Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Medco (MEDC) Pacu Produksi Migas pada 2022 setelah Akuisisi Conoco

Setelah mengakuisisi Conoco, Medco Energi berencana memproduksi migas 155 MBOEPD pada 2022, jauh lebih tinggi dibandingkan target MEDC pada 2021 sejumlah 95 MBOEPD, dan realisasi 2020 yang mencapai 100 MBOEPD.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 Maret 2022  |  06:13 WIB
Medco (MEDC) Pacu Produksi Migas pada 2022 setelah Akuisisi Conoco
Akticitas pengemoran migas PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) di Laut Natuna Selatan. - MedoEnergi.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) siap memacu produksi minyak dan gas seiring dengan penyelesaian akuisisi seluruh saham yang diterbitkan ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd. (CIHL) dari Phillips International Investments Inc., anak perusahaan ConocoPhillips Company (COP).

Manajemen MEDC menyebut akuisisi ini sesuai dengan strategi Medco Energi untuk memiliki dan mengembangkan aset yang berkualitas tinggi serta menghasilkan arus kas positif.

Akuisisi ini juga memperkuat posisi MEDC sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam independen terkemuka di Indonesia dan menegaskan kembali komitmen perseroan terhadap pembangunan nasional Indonesia.

“Akuisisi ini akan menghasilkan sinergi dengan operasi Medco Energi di Sumatra serta mendukung Strategi Perubahan Iklim Perseroan, termasuk peluang carbon capture,” tulis manajemen MEDC dalam keterangan resmi, Kamis (3/3/2022).

Tahun ini, Medco Energi menargetkan untuk produksi minyak dan gas 155 setara minyak per hari atau Milion Barrel Oil of Equivalent Per Day (MBOEPD), penjualan listrik 3.500 GWh, dengan biaya produksi minyak dan gas per unit di bawah US$10/boe. Adapun, MEDC menganggarkan belanja modal minyak dan gas US$275 juta dan kelistrikan US$50 juta.

Rencana produksi migas 155 MBOEPD pada 2022 jauh lebih tinggi dibandingkan target MEDC pada 2021 sejumlah 95 MBOEPD, dan realisasi 2020 yang mencapai 100 MBOEPD.

CIHL dijual kepada MEDC senilai US$1,35 miliar (sekitar Rp19,3 triliun), dengan tanggal efektif 1 Januari 2021. CIHL sendiri memiliki sepenuhnya saham ConocoPhillips (Grissik) Ltd (CPGL), sebagai Operator dari Corridor PSC dengan kepemilikan 54 persen working interest dan 35 persen interest di Transasia Pipeline Company Pvt. Ltd. (Transasia).

Kas bersih dari penjualan adalah sekitar US$0,8 miliar, yang merupakan US$0,1 miliar kas yang dibatasi penggunaannya yang ditransfer ke Medco Energi pada saat penutupan.

Corridor PSC memiliki dua lapangan produksi minyak dan tujuh lapangan produksi gas berlokasi di onshore Sumatra Selatan, Indonesia, berdekatan dengan operasi MedcoEnergi di Sumatra Selatan. Mayoritas produksi dijual melalui kontrak jual beli gas jangka panjang kepada mitra yang handal di Indonesia dan Singapura.

Melalui Transasia, Medco Energi memiliki kepemilikan saham minoritas pada jaringan pipa gas yang menyuplai pelanggan di Sumatra Tengah, Batam, dan Singapura.

Chairman dan CEO ConocoPhillips Ryan Lance mengatakan bangga dengan sejarah setengah abad ConocoPhillips di Indonesia dan senang Medco Energi mengakui nilai bisnis ConocoPhillips.

“Disposisi ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memfokuskan investasi kami pada peluang pasokan yang berbiaya rendah,” ujar Lance dalam keterangan resmi, Kamis (3/3/2022).

Aset yang dijual menghasilkan 51.000 barel setara minyak per hari (MBOEPD) selama 2021 dan memiliki cadangan terbukti akhir tahun 2021 sekitar 70 juta barel setara minyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas medco conocophillips emiten tambang Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top