Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Modernisasi Budidaya Kopi dan Kakao Petani di Kolaka, ANTAM Hadirkan Kebun Edukasi

Program kebun edukasi atau percontohan ini bertujuan untuk mengembalikan dan meningkatkan produksi kakao di Kolaka.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 02 Maret 2022  |  14:22 WIB
Foto: dok. ANTAM
Foto: dok. ANTAM

Bisnis.com, JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), membantu meningkatkan budidaya kopi dan kakao masyarakat di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kopi dan kakao merupakan komoditas andalan Kolaka.

ANTAM melalui unit Bisnis Pertambangan Nikel yang beroperasi di Sulawesi Tenggara menggagas program kebun edukasi atau percontohan tanaman kopi dan kakao di Desa Sopura, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka.

Basar Simanjuntak, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) ANTAM mengatakan bahwa program kebun edukasi atau percontohan bertujuan mengembalikan dan meningkatkan produksi kakao di Kolaka.

Program ini menjadi bentuk implementasi pilar sosial SDGs khususnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yaitu upaya melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati.

“Budidaya tanaman kopi dan Kakao ini menerapkan teknologi budidaya pertanian anjuran. Ini menjadi fasilitas pembelajaran bagi masyarakat yang pengelolanya melibatkan masyarakat petani yang ada pada area program,” katanya melalui keterangan resmi, Rabu (2/3/2022).

Seperti diketahui, Kabupaten Kolaka memiliki potensi besar akan Kopi dan Kakao. Bagi masyarakat di Kabupaten Kolaka, tanaman kopi dan kakao sudah seperti tanaman budaya karena dikembangkan oleh masyarakat lokal secara turun temurun.

Pada tahun 1998, tanaman kakao mengalami masa kejayaan di mana harga kakao mencapai Rp20.000 per kilogram. Namun, semenjak muncul hama penggerek buah kakao sekitar tahun 2005, produktivitas tanaman kakao di Kolaka kian menurun.

Rendahnya produktivitas perkebunan kopi dan kakao tersebut tidak terlepas dari belum diterapkannya teknologi budidaya dengan baik, apalagi ditambah tantangan pada tahap pemasaran hasil produksi.

ANTAM menggunakan lahan sekitar 2 hektare (Ha) untuk kebun edukasi. Lahan ini dibagi menjadi menjadi dua bagian yaitu 1 ha akan ditanami tanaman kopi sebanyak 800 dan 1 ha lainnya ditanami tanaman kakao sebanyak 1.200 bibit.

“Program kebun edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat desa terutama para petani di Desa Sopura. Kami juga berharap lembaga petani disini juga bisa membantu memfasilitasi terbentuknya wadah atau koperasi yang menampung produk-produk hasil panen untuk memastikan harga pasaran,” katanya.

Bekerjasama dengan Lembaga Peduli Tani (PeTANI) Sultra dan pemerintah daerah setempat, program kebun edukasi ANTAM ini dapat digunakan oleh masyarakat setempat untuk mempelajari proses pembibitan, sampai pada pengolahan budidaya kopi dan kakao.

Pada tahap persiapan, ANTAM mendatangkan tenaga ahli tanaman kopi dan kakao untuk menjadi konsultan dalam program ini serta diadakan pelatihan untuk mengetahui dan memahami teknik budidaya kopi dan kakao yang baik serta sesuai dengan teknologi pertanian anjuran.

Pada tahap awal ini juga dipersiapkan peralatan dan bahan seperti pupuk organik dan anorganik. Pada tahap penanaman, bibit kopi dan kakao yang ditanaman merupakan bibit pilihan atau unggul dan telah tersertifikasi oleh lembaga sertifikasi.

Selanjutnya, selama proses pemeliharaan, pemupukan bibit dilakukan antara 3-4 kali dalam setahun agar nutrisi tanaman terus tersedia dan bibit tumbuh dengan baik.

Ke depan terkait target pemasaran agar produk ini dapat dijual dengan harga terbaik, salah satu proses yang dilakukan adalah dengan mendaftarkan dan mengikuti proses program sertifikasi kakao pada lembaga sertifikasi.

“Selain itu produk kopi akan dipasarkan melalui marketplace, baik secara online maupun offline untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi dan menjaga kualitas produk yang lebih baik,” kata Basar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam
Editor : Puput Ady Sukarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top