Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Menguat 70 Persen, Grup Bakrie (ENRG) Beri Penjelasan

Anak usaha Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) memberikan penjelasan terkait penguatan harga saham sebesar 70 persen.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 20 Februari 2022  |  13:33 WIB
Salah satu lokasi aktivitas bisnis PT Energi Mega Persada Tbk - Energi/mp.com
Salah satu lokasi aktivitas bisnis PT Energi Mega Persada Tbk - Energi/mp.com

Bisnis.com, JAKARTA – Anak usaha Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) memberikan penjelasan terkait penguatan harga saham sebesar 70 persen.

Dalam sebulan terakhir, saham ENRG telah menguat 70,48 persen atau 11,18 persen selama sepekan. Perseroan bahkan mencapai titik tertinggi di level Rp200 per saham.

Direktur Utama Energi Mega Persada Syailendra S. Bakrie menyatakan tidak mengetahui adanya informasi ataupun fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal.

Selain itu, dia menegaskan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang dapat mempengaruhi nilai efek ENRG.

“Pada saat ini perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham di Bursa,” katanya dikutip Minggu (20/2/2022).

Di sisi lain, pemerintah telah menyetujui menyetujui pengalihan seluruh saham PT Energi Maju Abadi (EMA) kepada perseroan dan anak usahanya.

Sebagai informasi, EMA memiliki 49 persen participating interest di Wilayah Kerja Kontrak Kerja Sama Sengkang (KKS Sengkang) yang terletak di Sulawesi Selatan. Participating interest adalah proporsi kepemilikan produksi dan eksplorasi atas suatu wilayah kerja migas.

Adapun, sisa 51 persen participating interest pada KKS Sengkang dimiliki oleh Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd. (EEES). Syailendra mengatakan KKS Sengkang memiliki sekitar 420 miliar kaki kubik gas dalam bentuk cadangan terbukti dan terukur.

Blok gas tersebut juga memproduksikan rata-rata 40 juta kaki kubik gas per hari saat ini. Gas yang diproduksikan KKS Sengkang dijual ke beberapa proyek pembangkit listrik di wilayah Sulawesi Selatan. Selain itu, KKS Sengkang telah mendapatkan perpanjangan 20 tahun pada tahun 2018.

“Perseroan yakin bahwa Sengkang memiliki prospek yang bagus dan berharap rencana pengembangan tersebut dapat segera direalisasikan untuk menambah jumlah cadangan dan volume produksi gas di masa mendatang. Peningkatan produksi gas tersebut tentunya akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan,” jelasnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bei Grup Bakrie Kinerja Emiten transaksi saham
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top