Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia-Ukraina Masih Memanas, Harga Emas Tembus US$1.900

Harga emas meningkat seiring dengan ketegangan Rusia-Ukraina yang masih berlangsung sehingga investor beralih ke aset aman seperti logam mulia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Februari 2022  |  05:46 WIB
Rusia-Ukraina Masih Memanas, Harga Emas Tembus US$1.900
Karyawan menunjukan replika emas logam mulia di Butik Antam, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk. pada hari perdagangan Selasa (8/9/2020) menurun dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas melonjak mencapai level tertinggi 8 bulan terakhir ke atas US$1.900 per ounce karena meningkatnya permintaan logam mulia dan aset safe-haven lainnya.

Mengutip Antara, meningkatnya permintaan aset aman seperti emas dipicu memanasnya ketegangan atas konflik Rusia-Ukraina, setelah Presiden AS mengatakan ada indikasi Rusia berencana untuk menyerang Ukraina.

Harga emas paling aktif kontralk April di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$30,50 atau 1,63 persen menjadi US$1.902,00 per ounce pada Kamis (17/2/2022), setelah mencapai tertinggi sesi di US$1.903,65 dan menandai penyelesaian emas berjangka tertinggi sejak Juni 2021.

Saham-saham AS merosot lebih dari 1 persen karena ketegangan di Ukraina meningkat. Pemberontak yang didukung Rusia dan pasukan Ukraina saling menuduh pada Kamis (17/2/2022) bahwa masing-masing telah menembak melintasi garis gencatan senjata di Ukraina timur.

"Ketika waktu benar-benar menjadi tidak pasti dan kecemasan semakin tinggi, emas masih merupakan aset safe-haven untuk dituju," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Sementara itu, Rusia mengusir wakil duta besar AS Bartle Gorman, memperingatkan tanggapan AS di tengah meningkatnya kekhawatiran akan invasi Rusia ke Ukraina.

"Tidak hanya peristiwa di perbatasan Ukraina yang membuat investor mencari tempat berlindung yang aman, tetapi (emas) juga menawarkan perlindungan inflasi pada saat harga melonjak dan prospek harga minyak dan gas yang lebih tinggi, jika Rusia menyerang," Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA, mengatakan dalam sebuah catatan.

Risalah pertemuan kebijakan terbaru Fed pada hari Rabu (16/2/2022) menunjukkan sementara pembuat kebijakan sepakat bahwa akan "segera sesuai" untuk menaikkan suku bunga acuan overnight Fed dari level mendekati nol, mereka akan menilai kembali garis waktu kenaikan suku bunga pada setiap pertemuan.

"Risalah FOMC terbaru tidak menawarkan petunjuk hawkish baru," kata analis Exinity, Han Tan.

Data ekonomi negatif yang dirilis pada Kamis (17/2/2022) juga mendukung emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS naik 23.000 menjadi 248.000 dalam pekan yang berakhir 12 Februari.

Indeks manufaktur Philadelphia Fed yang dirilis oleh Federal Reserve Philadelphia turun ke 16,0 pada Februari dari 23,2 pada Januari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini rusia harga emas comex

Sumber : Antara

Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top