Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kontribusi Ekspor Menciut, Pendapatan Unilever (UNVR) Tertekan

Kontribusi ekspor yang menciut ikut menekan pendapatan emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) sepanjang 2021.
President Director Unilever Indonesia Ira Noviarti pada saat menjadi panelis dalam June 2021 IEP Virtual Launch oleh Bank Dunia, Kamis (17/6/2021)/Dwi Nicken Tari
President Director Unilever Indonesia Ira Noviarti pada saat menjadi panelis dalam June 2021 IEP Virtual Launch oleh Bank Dunia, Kamis (17/6/2021)/Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA – Kontribusi ekspor yang menciut ikut menekan pendapatan emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) sepanjang 2021.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2021, yang dikutip Jumat (11/2/2022), penjualan ekspor UNVR hanya sebesar Rp1,69 triliun turun 6,39 persen dibandingkan dengan tahun lalu Rp1,81 triliun.

Kontribusi ekspor tersebut hanya 4,29 persen dari total penjualan yang sebesar Rp39,54 triliun. Di sisi lain, kontribusi penjualan domestik mencapai Rp37,84 triliun atau setara 95,71 persen.

Adapun, kontribusi penjualan bersih dalam negeri sebesar Rp37,84 triliun turun 8,04 persen dibandingkan dengan 2020 yang sebesar Rp41,15 triliun.

Lebih lanjut, penjualan bersih kepada pihak berelasi dalam negeri dilakukan melalui dua entitas perusahaan yakni PT Unilever Enterprises Indonesia dan PT Gerai Cepat Untung.

Sementara itu, penjualan ekspor melalui perwakilan Unilever di sejumlah negara yang mencapai 29 entitas perusahaan.

Meski begitu, Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti menyampaikan perseroan tetap berhasil mencatat penjualan bersih sebesar Rp39,5 triliun.

Kategori Foods & Refreshment menjadi penopang utama pertumbuhan dengan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 1,4 persen di tahun 2021.

"Unilever Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp5,7 triliun meski menghadapi berbagai tantangan berat di sepanjang tahun 2021," paparnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (11/2/2022).

UNVR membukukan penurunan pendapatan dan laba bersih pada 2021 dibandingkan dengan pencapaian 2020. Manajemen UNVR dalam laporan keuangan per Desember 2021 menyebutkan penjualan bersih perseroan mencapai Rp39,54 triliun.

Penjualan tersebut turun 7,97 persen year on year (yoy) dari realisasi 2020 senilai Rp42,97 triliun. Penjualan kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh turun menjadi Rp26,37 triliun pada 2021 dari sebelumnya Rp29,99 triliun.

Namun, penjualan makanan dan minuman naik menjadi Rp13,17 triliun pada 2021 dari tahun sebelumnya Rp12,98 triliun.

Penurunan penjualan turut berimbas terhadap raihan laba. UNVR mencatatkan laba Rp5,75 triliun pada 2021, turun 19,61 persen yoy dari Rp7,16 triliun pada 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper