Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mau Jadi Pedagang Emas Digital? Simak Syaratnya

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi bursa berjangka perdagangan emas digital yaitu memiliki modal awal sebesar Rp100 miliar.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  10:47 WIB
(ki-ka) Vice President Membership Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Yohanes Ferdinan Silaen, Koordinator Pemeriksa PBK Ahli Madya Bappebti Diah Sandita Arisanti, dan Direktur Treasury Yudi dalam seremoni penyerahan lisensi pedagang emas digital oleh Bappebti. - dok. Treasury
(ki-ka) Vice President Membership Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Yohanes Ferdinan Silaen, Koordinator Pemeriksa PBK Ahli Madya Bappebti Diah Sandita Arisanti, dan Direktur Treasury Yudi dalam seremoni penyerahan lisensi pedagang emas digital oleh Bappebti. - dok. Treasury

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menghadirkan perdagangan emas  digital di bursa berjangka dan membuka kesempatan bagi pedagang emas fisik untuk ikut masuk dalam ekosistem perdagangan tersebut.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Tirta Karma Senjaya menyebutkan, berdasarkan peraturan Bappebti, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi calon pedagang fisik emas digital di antaranya berbentuk badan usaha berbadan hukum (PT), memiliki sistem dan mekanisme transaksi fisik emas digital, memiliki modal sebesar Rp20 miliar, dan mampu mempertahankan modal akhir sebesar Rp16 miliar atau 2/3 dari total pengelolaan emas (mana yang lebih tinggi nilainya).

"Sementara itu, persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi bursa berjangka yaitu memiliki modal awal sebesar Rp100 miliar, memiliki peraturan dan tata tertib perdagangan emas digital, membentuk komite pasar fisik, memiliki fasilitas perdagangan untuk penyelenggaraan perdagangan emas digital, memiliki sistem pengawasan dan pelaporan, serta mendapat persetujuan Bappebti," jelas Tirta dalam keterangan pers, dikutip Selasa (18/1/2022). 

Adanya perdagangan emas digital ini sesuai amanat Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka serta Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka dan perubahannya.

Meski dilakukan secara digital, Bappebti memastikan fisik emasnya ada di lembaga penjaminan. Kementerian Perdagangan menjamin perdagangan fisik emas digital ini mudah, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan semulai investasi emas hanya terbatas pada kepemilikan fisik, kini setiap orang bisa bertransaksi secara daring melalui perdagangan fisik emas digital.

Selain itu, investasi fisik emas digital diharapkan dapat diterima dan dijadikan alternatif investasi oleh berbagai lapisan masyarakat termasuk investor milenial.

“Melalui perdagangan fisik emas digital ini, Bappebti berkomitmen menciptakan sarana berinvestasi yang mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat serta memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan industri perdagangan fisik emas digital melalui bursa berjangka,” kata Wisnu. 

Menurut Wisnu, Bappebti telah memberikan persetujuan kepada PT Indonesia Logam Pratama (merek dagang Treasury) dan PT Sehati Indonesia Sejahtera (Sakumas) sebagai pedagang fisik emas digital.

Dengan terbitnya persetujuan tersebut, masyarakat sudah dapat membeli langsung emas digital ke pedagang fisik emas digital yang telah mendapat persetujuan dari Bappebti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini bappebti emas digital
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top