Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Astra Otoparts (AUTO) Yakin Kecipratan Diskon PPnBM yang Berlanjut di 2022

Dengan kebijakan yang mendongkrak penjualan mobil, produksi mobil pun bakal meningkat, sehingga produksi dan penjualan komponen produksi Astra Otoparts (AUTO) juga turut terkerek.
Ilustrasi/astra.co.id
Ilustrasi/astra.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten komponen otomotif, PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) meyakini insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) bakal turut mendongkrak kinerja perseroan.

Direktur Utama Astra Otoparts Hamdani Dzulkarnaen Salim menegaskan sebagai bagian dari industri pabrikan mobil, sangat mendukung kebijakan yang dapat mendorong penjualan mobil.

Pasalnya, dengan kebijakan yang mendongkrak penjualan mobil, produksi mobil pun bakal meningkat, sehingga produksi dan penjualan komponen juga turut terkerek.

"Intinya kami sebagai komponen manufacturer akan sangat mendukung kebijakan-kebijakan yang mendorong penjualan mobil," jelasnya kepada Bisnis, Senin (17/1/2022).

Lebih lanjut, emiten bersandi AUTO ini juga menjelaskan tetap menggunakan strategi yang berfokus meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas. Dengan begitu, kinerja perseroan juga dapat lebih baik.

Dia juga mengakui, saat ini terdapat tantangan bagi emiten-emiten komponen karena harga material masih tinggi dan langka. Kendati demikian, AUTO tetap optimistis kinerja pada 2022 bakal lebih baik dibandingkan dengan 2021.

Mengutip laporan keuangan per kuartal III/2021, AUTO mencetak pendapatan bersih sebesar Rp11,04 triliun naik 27,92 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,63 triliun.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga turut meningkat menjadi Rp9,65 triliun dari Rp7,61 triliun. Adapun, beban penjualan meningkat menjadi Rp589,46 miliar dari Rp512,31 miliar, sementara beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp621,24 miliar dari Rp540,26 miliar.

Kendati terjadi kenaikan beban, perseroan berhasil mendapatkan bagian atas laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama setelah pajak sebesar Rp358,77 miliar. Pos tersebut pada 9 bulan tahun lalu mencatatkan rugi sebesar Rp225,4 miliar.

Walhasil, AUTO berhasil mencetak laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp446,44 miliar pada 9 bulan tahun ini, sedangkan pada 9 bulan tahun lalu AUTO mencetak rugi sebesar Rp242,92 miliar.

Pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (17/1/2022), harga saham AUTO parkir di level 1120, naik 0,45 persen atau 5 poin dari penutupan kemarin. Sepanjang tahun berjalan, harga saham AUTO turun 3,03 persen atau 35 poin dengan kapitalisasi pasar Rp5,4 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper