Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Asing Pede Sama IHSG, Kok Investor Lokalnya Loyo?

Investor asing melakukan akumulasi beli hingga Rp4,75 triliun selama 2 minggu perdagangan IHSG pada 2022.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 14 Januari 2022  |  17:25 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan berada di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Investor asing terus melakukan akumulasi beli hingga Rp4,75 triliun selama 2 minggu perdagangan IHSG meskipun dihantam sentimen omicron dan taper tantrum.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan sejauh ini investor asing masih optimistis terhadap pasar modal Indonesia. Pasalnya mereka tercatat melakukan net buying sebesar Rp4,75 Triliun selama tahun berjalan.

Frankie mengatakan selera investor asing diperkuat oleh perekonomian Indonesia yang cenderung stabil dan bertumbuh. Terlebih lagi soal penanganan kasus covid-19 yang sangat baik.

“Dari segi makro juga inflasi Indonesia yang dapat terjaga dengan pertumbuhan yang baik, apalagi saat ini inflasi Amerika sudah mencapai 7 persen. Maka Indonesia sebagai proxy komoditas bagi investor asing memarkirkan dananya untuk melindungi nilai,” ungkapnya kepada Bisnis pada Senin (14/1/2022).

Meski telah agresif, lanjutnya, inflow asing masih belum mampu membawa IHSG menembus dan bertahan di atas level resisten kuat 7000. Dia menilai kurangnya nafsu dari investor lokal membuat IHSG belum mengalami penguatan.

“Dirasa hal ini juga dibarengi dengan aksi profit taking oleh investor lokal, yang menyikapi kekhawatiran akan kenaikan suku bunga AS yang bisa saja menyebabkan koreksi pada index, sehingga banyak investor lebih memilih wait and see,” imbuhnya.

Maka itu, Frankie memperkirakan IHSG pekan depan, masih pada fase konsolidasi dengan rentang level 6.600 antara 6.800. Adapun saham yang menaik untuk dicermati diantaranya adalah saham berbasis komoditas seperti CPO dan batubara.

Pasalnya harga kedua komoditas itu masih tinggi. Selain itu, harga minyak mentah dunia yang masih cenderung menguat umumnya bakal diikuti harga CPO dan batubara sebagai energi alternatif pengganti minyak bumi.

“Untuk rekomendasi sahamnya PTBA dengan target 2800-3000, juga UNTR dengan target 24000-24500, LSIP di 1300 dan DSNG di 600,” katanya.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada pada perdagangan akhir pekan, Jumat (14/1/2022). Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,53 persen atau 35,04 poin ke level 6.693,40.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam ksiaran 6.631,05-6.699,41. Tercatat, 230 saham ditutup menguat, 295 saham melemah dan 155 saham stagnan. Volume perdagangan hari ini mencapai 16,04 milar saham dengan nilai Rp10,66 triliun. Adapun investor asing mencatatkan aksi beli bersih Rp168,34 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG IHSG Indeks BEI investor asing
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top