Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Penyebab Antam (ANTM) Rugi Rp507,4 Miliar di Bisnis Bauksit & Alumina

Antam menyiapkan empat strategi untuk kembali meraih profit dari segmen bauksit dan alumina.
Foto udara pabrik pengolahan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk. di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020). PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mencatat pertumbuhan positif kinerja produksi unaudited komoditas feronikel pada periode triwulan ke-2 tahun 2020 sebesar 6.447 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau naik sebesar dua persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ANTARA FOTO/Jojon
Foto udara pabrik pengolahan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk. di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020). PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mencatat pertumbuhan positif kinerja produksi unaudited komoditas feronikel pada periode triwulan ke-2 tahun 2020 sebesar 6.447 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau naik sebesar dua persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ANTARA FOTO/Jojon

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tambang PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam masih mencatatkan rugi cukup dalam pada bisnis bauksit dan alumina. Perseroan kini menyiapkan empat strategi untuk kembai mencetak profit dari sektor tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan hingga 30 September 2021, emiten bersandi ANTM ini mencetak rugi sebesar Rp507,4 miliar di sektor bauksit dan alumina. Jumlah ini anjlok dari periode yang sama tahun sebelumnya yang meraup laba senilai Rp50,9 miliar.

“Kerugian timbul karena penurunan nilai pabrik alumina yang dikelola oleh entitas ana PT Indonesia Chemincal Alumina sebesar Rp357,78 miliar,” jelas Yulan Kustiyan, Corporate Secretary ANTM pada keterbukaan informasi, Kamis (6/1/2021).

Dia menjelaskan penurunan nilai pabrik tersebut karena nilai terpulihkan lebih rendah dari nilai tercatat berdasarkan pengujian penurunan nilai yang dilakukan berdasarkan PSAK 48 tentang penurunan nilai aset.

Adapun, ke depan perseroan menyiapkan empat strategi untuk kembali meraih profit dari segmen bauksit dan alumina. Pertama, dengan meningkatkan volume produksi pada segmen bauksit dan alumina.

Kedua, untuk segmen bauksit Antam akan mencari peluang penjualan ke pasar domestik. Ketiga, untuk sektor alumina perusahaan akan memperluas pasar dan meningkatkan produk-produk unggulan yang memiliki nilai jual tinggi dan dapat diserap oleh pasar.

Keempat, Antam akan menerapkan operational excellence dengan mengimplementasikan strategi cost efficiency pada sisi operasional.

Sebelumnya, Antam sempat mencatat lonjakan penjualan alumina pada semester I/2021 disebabkan banyaknya stok dari tahun lalu. Sehingga walaupun produksi menurun, penjualan tetap dapat meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper