Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Capai Target 2021, Waskita (WSKT) Incar Kontrak Baru hingga Rp30 Triliun Tahun Ini

Realisasi kontrak baru Waskita Karya (WSKT) hingga akhir Desember 2021 senilai Rp20,51 triliun atau 100 persen dari target yang ditetapkan.
Gedung Waskita Heritage. Gedung ini merupakan kantor pusat PT Waskita Karya (Persero) Tbk, terletak di Jalan M.T Haryono, Jakarta./istimewa
Gedung Waskita Heritage. Gedung ini merupakan kantor pusat PT Waskita Karya (Persero) Tbk, terletak di Jalan M.T Haryono, Jakarta./istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk. membukukan perolehan nilai kontrak baru senilai Rp20,51 triliun pada 2021.

Realisasi kontrak baru hingga akhir Desember 2021 senilai Rp20,51 triliun itu mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan oleh perseroan.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan perseroan terus berkomitmen meningkatkan perolehan kontrak baru baik dari dalam maupun luar negeri. 

Hal itu dilakukan dalam rangka memperbaiki kinerja keuangan dan operasional emiten dengan kode saham WSKT tersebut.

“Manajemen optimis dapat membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp25 triliun - Rp30 triliun di tahun 2022 ini, terutama dengan support likuiditas Perseroan yang jauh lebih baik,” kata Destiawan dalam siaran pers, Rabu (5/1/2022). 

Adapun, WSKT semakin percaya diri dapat membukukan performa moncer tahun ini setelah mendapat sejumlah dukungan dari pemerintah. Pada 2021, WSKT mendapat fasilitas pinjaman sindikasi dari Bank Himbara dengan penjaminan pemerintah.

Tak hanya itu, pemerintah juga turut dalam aksi korporasi rights issue perseroan dengan menyuntikkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp7,9 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Taufik Hendra Kusuma menambahkan proses perdagangan rights issue WSKT telah berlangsung sejak 30 Desember 2021 hingga 12 Januari 2022. Harga penebusan right ditetapkan senilai Rp620.

WSKT menargetkan jumlah dana yang dapat dihimpun dalam aksi korporasi ini senilai Rp11,96 triliun, yang terdiri dari Rp7,9 triliun dari pemerintah dan Rp4,06 triliun dari publik.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan investor yang telah berpartisipasi aktif dalam penebusan rights sebagai bentuk dukungan perbaikan fundamental keuangan Waskita,” kata Taufik.

Adapun, beberapa kontrak proyek yang didapatkan WSKT di sepanjang 2021 a.l. proyek jalan tol Kayu Agung – Palembang - Betung tahap 2 senilai Rp5,01 triliun, jalan tol Kamal – Teluk Naga – Rajeg tahap 1 senilai Rp1,05 triliun, dan jembatan Musi – Kramasan sebesar Rp1,00 triliun. 

Dari luar negeri, WSKT mendapatkan kontrak baru melalui kerjasama antarpemerintah (G2G) Indonesia dan Sudan Selatan yaitu proyek jalan seksi 1 sepanjang 1.000 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp4,38 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper