Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Popularitas NFT Diprediksi Kian Meroket pada 2022, Ini Sebabnya

NFT menjadi sorotan sepanjang tahun lalu. Untuk pertama kalinya, topik NFT bahkan masuk ke pencarian terbanyak melampaui kripto dalam Google Trends secara global pada 2021.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 02 Januari 2022  |  17:08 WIB
Ilustrasi NFT - istimewa
Ilustrasi NFT - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Aset Non-Fungible Token (NFT) diyakini akan makin populer pada tahun ini seiring dengan tingginya minat masyarakat dan perkembangan pesat teknologi digital.

COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda menyebutkan NFT menjadi sorotan sepanjang tahun lalu. Untuk pertama kalinya, topik "NFT" bahkan masuk ke pencarian terbanyak melampaui "kripto" dalam Google Trends secara global pada 2021.

Di saat pasar aset kripto alami penurunan volume transaksi selama beberapa minggu terakhir, penjualan NFT telah melonjak. Menurut pria yang akrab disapa Manda ini, minat masyarakat pada NFT akan meningkat secara eksponensial pada tahun ini.

"Tren non-fungible token [NFT] semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini karena minat masyarakat untuk memperjual-belikan aset dan karya seni digital melalu NFT semakin tinggi, seiring dengan pengetahuan mereka soal manfaatnya dan peluang pada pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital," katanya dikutip dari keterangan resmi, Minggu (2/1/2022)

Keberadaan NFT semakin menggila di akhir 2021, sehingga tak heran jika tren investasi virtual ini bakal berkembang pada 2022. NFT telah mendarat di setiap sektor yang memiliki potensi, tak terkecuali di Metaverse dan platform investasi digital lainnya.

Data dari DappRadar menunjukkan pada kuartal III/2021, penjualan NFT mencapai US$10,7 miliar atau sekitar Rp152 triliun di seluruh dunia. Angka ini naik tajam dari  US$1,3 miliar atau Rp18,5 triliun pada kuartal II dan kuartal I sebesar US$1,2 miliar atau Rp1,7 triliun.

Manda melanjutkan, di Indonesia aset digital NFT masih tergolong baru dan belum ada data lengkap mengenai tren pertumbuhannya. Meski begitu, dilihat dari pasar, industri NFT semakin dewasa (mature), dengan banyaknya marketplace NFT yang bermunculan.

Salah satunya marketplace NFT yang ada di Indonesia adalah TokoMall yang merupakan produk dari Tokocrypto. Manda mengatakan sejak diluncurkan Agustus 2021, TokoMall telah memiliki lebih dari 10,000 kolektor, 60 mitra resmi, dan lebih dari 8.000 NFT.

Head of TokoMall Thelvia Vennieta mengungkap  TokoMall punya sejumlah konsep dan fitur baru untuk tumbuhkan pasar NFT di Indonesia pada tahun ini.

“TokoMall baru launching pertengahan Agustus, masih banyak hal yang harus diperbaiki. Kami ingin masyarakat umum itu tertarik dulu dengan NFT, setelah itu kami masuk ke Metaverse, gaming, properti, kemudian community, membership,” jelasnya.

Seperti istilahnya, pengertian NFT sendiri adalah barang digital yang tak tergantikan. Ini bisa berupa gambar, karya seni, koleksi, cuplikan video, album musik, item dalam gim, dan banyak item lainnya. NFT dicetak di blockchain, mirip dengan cryptocurrency. Karena itu, aset ini unik dan langka dan sulit untuk dipalsukan.

Investor digital memanfaatkan aset digital NFT demi menghasilkan uang dalam jumlah besar dengan jangka waktu singkat. Sebuah NFT tunggal dapat dibeli dan dijual beberapa kali. Tetapi, pembeli harus membayar biaya royalti kepada pemilik atau pencipta asli dengan setiap penjualan. Biaya royalti biasanya sekitar 10 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cryptocurrency Tokocrypto NFT
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top