Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GoTo IPO, Kapitalisasi IDXTech Berpotensi Naik Dua Kali Lipat

Masuknya GoTo ke IDX Tech diperkirakan mampu mengerek naik kapitalisasi pasar indeks sektor teknologi itu.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 02 Januari 2022  |  15:39 WIB
GoTo IPO, Kapitalisasi IDXTech Berpotensi Naik Dua Kali Lipat
Mitra layanan ojek daring Gojek menunjukkan logo merger perusahaan Gojek dan Tokopedia yang beredar di media sosial di shelter penumpang Stasiun Kereta Api Sudirman, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Sejumlah mitra pengemudi Gojek berharap mergernya dua perusahan ?startup? Gojek dan Tokopedia memberikan dampak positif bagi kalangan mitra dengan meningkatnya bonus dan insentif karena penggabungan tersebut telah meningkatkan nilai atau valuasi perusahaan. - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Masuknya GoTo ke IDXTech diperkirakan mampu menaikkan kapitalisasi sektor itu hingga dua kali lipat.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan kapitalisasi pasar indeks sektor teknologi itu baru sekitar empat persen dari IHSG. Dia optimistis dengan masuknya raksasa teknologi itu dapat menaikkan kapitalisasi hingga dua kali lipat.

"Kapitalisasi pasar teknologi hanya sekitar 4 persen hingga 5 persen. Jika GoTo masuk bisa naik hingga 7 sampai 8 persen," katanya kepada Bisnis baru-baru ini.

GoTo, lanjutnya, bisa saja memang mengerek indeks. Akan tetapi dengan catatan secara fundamental baik, begitu juga dengan valuasi yang rendah. Jika kedua faktor tidak dipenuhi maka ada kemungkinan penguatan hanya terjadi sesaat seperti BUKA.

Sebab, Wawan beranggapan indeks teknologi sejauh ini hanya ditopang oleh ekspektasi dari para investor. Selain itu, dia melihat BUKA masih akan menjadi beban bagi pergerakan indeks. Maka itu dia kurang yakin indeks teknologi dapat melaju sekencang awal tahun lalu.

Di sisi lain, sektor teknologi sedang kekurangan katalis positif. Menurutnya belum ada sesuatu yang bisa mengerek indeks new economy tersebut. Meski demikian, sepanjang 2021, IDX Tech menjadi indeks paling perkasa dengan pertumbuhan yang eksponensial.

Walaupun masih berusia satu tahun, indeks yang merangkum emiten-emiten new economy itu mampu tumbuh 707,56 persen. Sepanjang sejarah pasar modal, sepertinya tidak ada yang mencatatkan laju sekencang itu.

Selain itu, penopang laju pertumbuhan merupakan emiten-emiten yang baru tercatat. Misalnya, sang prodigi PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang mampu tumbuh 10.370 persen.

Ketika IPO di awal tahun, saham perseroan dilepas pada Rp420 hingga berhenti di level Rp43.975. Itu pun bukan puncak harga tertinggi DCII yang sempat melambung ke Rp59.000 per saham.

Nasib serupa juga dialami oleh entitas perseroan yaitu PT Indointernet Tbk. (EDGE). Perusahaan yang dikomandoi oleh Toto Sugiri itu melepas saham pada level Rp7.375. Kurang dari setahun saham EDGE juga telah tumbuh 217,28 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Kinerja Saham Goto emiten teknologi
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top