Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profil CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin, Undur Diri setelah 2 Tahun Gantikan Ahmad Zaky

CEO PT Bukalapak.com Muhammad Rachmat Kaimuddin undur diri dari jabatannya setelah mengemban amanat selama 2 tahun.
Akbar Evandio & Pandu Gumilar
Akbar Evandio & Pandu Gumilar - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  13:39 WIB
Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) Rachmat Kaimuddin dan Komisaris Utama Bukalapak Bambang P.S. Brodjonegoro menunjukkan sertifikat pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, Jumat (6/8/2021) - Istimewa
Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) Rachmat Kaimuddin dan Komisaris Utama Bukalapak Bambang P.S. Brodjonegoro menunjukkan sertifikat pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, Jumat (6/8/2021) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama sekaligus CEO PT Bukalapak.com Muhammad Rachmat Kaimuddin undur diri dari jabatannya di unikorn tersebut.

Pada Selasa (28/12/2021), Bukalapak telah menerima surat pengunduran diri dari Rachmat Kaimuddin selaku Direktur Utama.

"Permohonan pengunduran diri tersebut akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan anggaran dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," papar Corporate Secretary Bukalapak Perdana A. Saputro dalam surat ke Bursa Efek Indonesia, Rabu (29/12/2021).

Sekitar 2 tahun sebelumnya, tepatnya pada 9 Desember 2019, keterangan resmi Bukalapak mengabarkan Achmad Zaky mundur dari posisinya sebagai CEO Bukalapak, dan menyerahkan kepemimpinan bisnis kepada Rachmat Kaimuddin.

Menurut Zaky, dirinya mengajak Rachmat Kaimuddin bergabung karena diyakini dapat mengarahkan Bukalapak ke level berikutnya. Harapan itu kian menjadi nyata seiring dengan aksi Bukalapak sebagai unikorn pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

“Saya percaya Rachmat adalah orang yang tepat, bagian dari tim yang tepat, di posisi yang tepat, dan datang pada waktu yang tepat,” ujarnya Zaky dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (9/12/2019).

Ahmad Zaky (kiri) dan Rachmat Kaimuddin.

Rachmat Kaimuddin sejatinya sosok yang malang melintang di industri keuangan. Pria kelahiran Makassar 15 April 1979 ini adalah kolega Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang dipertemukan di SMA Taruna Nusantara.

Rachmat dan AHY satu angkatan di SMA yang dicetuskan oleh pemikiran Jenderal LB Moerdani dan didirikan pada 1990. Mereka berdua angkatan kelima, yakni periode 1994 -1997.

“Iya kami memang satu angkatan,” kata Rachmat saat berbincang dengan Bisnis seusai terpilih menjadi direktur PT Bank Bukopin Tbk. pada awal 2018.

Namun, nasib memisahkan mereka. AHY melanjutkan ke Akademi Militer, sedangkan Rachmat memilih melanjutkan kuliah ke Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston, pada 1998-2001, dan meraih gelar BSc. Dia juga sempat menyabet gelar MBA dari Stanford University, California (2006-2008).

Rachmat memulai karirnya sebagai Senior Associate di Boston Consulting Group. Kemudian dia sempat menjadi konsultan di IFC, Managing Director PT Cardig Air Services, Prinsipal di Quvat Management Pte. Ltd., dan Vice President di Baring Pricate Equity Asia.

Setelah berkecimpung di perusaan asing, Rachmat akhirnya bergabung dengan perusahaan milik Aksa Mahmud, Bosowa Group. Pada Juni 2014, dia ditunjuk menjadi Chief Financial Officer PT Bosowa Corporindo hingga 2018.

Pada periode tersebut Rachmat juga merangkap menjadi Managing Director PT Semen Bosowa Maros dan Komisaris Bank Bukopin. Selanjutnya pada pada Mei 2018, dia dipercaya menjadi direktur Bank Bukopin yang saham mayoritasnya dimiliki Bosowa Group.

Mengutip keterangan di situs resmi Bukalapak, Rachmat merupakan pemimpin berpengalaman dengan latar belakang lintas bidang dan industri, termasuk pengalaman di bidang teknik dan manajemen keuangan.

Direktur Konsumer PT Bank Bukopin Tbk Rivan A. Purwantono (dari kiri) berbincang dengan Direktur M. Rachmat Kaimuddin, Direktur Adhi Brahmantya dan Direktur Mikrowa Kirana sebelum paparan kinerja Triwulan III/2018, di Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Dalam paparan publik IPO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin mengatakan perusahaan memiliki mimpi agar semua orang punya akses jual beli yang adil dan merata dan mereka ingin membantu terciptanya ekonomi yang berkeadilan.

Penyebabnya, dia melihat bahwa permasalahan UMKM di Indonesia sangat kompleks dan beragam, banyak yang sulit berkembang karena tidak punya akses untuk permodalan dan layanan jasa keuangan.

Tidak hanya itu, dia mengatakan terdapat kendala logistik dan infrastruktur yang sering dihadapi oleh UMKM terutama di luar kota-kota besar yang membuat akses terhadap pasar, pelanggan, dan pasokan menjadi tidak merata.

“Masih banyak UMKM yang belum tersentuh teknologi dan sistem pengelolaan yang modern. Ragam tantangan inilah yang ingin Bukalapak atasi dan sebagai permasalahan yang harus dipecahkan,” ujarnya dalam Public Expose Penawaran Saham Perdana PT Bukalapak.com Tbk secara daring, Jumat (9/7/2021).

Namun, kinerja BUKA masih dihadapkan dengan catatan negatif, terutama bottom line. Pendapatan BUKA pada kuartal III/2021 tumbuh sebesar 42 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp 1,3 triliun. Pendapatan Mitra Bukalapak pada periode ini tumbuh sebesar 298 pesen menjadi Rp496 miliar dibandingkan dengan tahun lalu.

Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan BUKA meningkat dari 19 persen pada tahun lalu menjadi 43 persen pada tahun ini.

Bukalapak mampu menekan kerugian operasionalnya sebesar 13 persen menjadi Rp1,2 triliun per September dari Rp1,4 triliun pada tahun lalu.

Pada perdagangan Rabu (29/12/2021) sesi I, saham BUKA turun 0,93 persen atau 4 poin menjadi Rp426. Total transaksinya mencapai Rp51,56 miliar. Saham BUKA masih turun dari harga listing perdana Rp850.

Sebelumnya, BUKA mencatatkan nilai IPO terbesar dalam sejarah Bursa Efek Indonesia sebesar Rp21,9 triliun. BUKA resmi tercatat di BEI pada 6 Agustus 2021.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

profil ahmad zaky bukalapak Rachmat Kaimuddin
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top