Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Berpotensi Merah Hari Ini, Cek PWON, ACES dan TKIM

Secara teknikal, IHSG membentuk candlestick dengan pola shooting star sehingga perkiraannya bakal turun dengan resisten di level 6.680 dan support pada 6.600.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 14 Desember 2021  |  08:32 WIB
IHSG Berpotensi Merah Hari Ini, Cek PWON, ACES dan TKIM
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak ke zona merah pada perdagangan hari ini, Selasa (14/12/2021). Sejumlah sentimen asing dan teknikal menjadi penyebabnya, sedangkan sejumlah saham tetap mendapatkan rekomendasi.

Kemarin (13/12/2021), IHSG ditutup menguat 0,15 persen meski mengalami tekanan jual asing. IHSG menguat 9,94 poin ke level 6.662 atau menguat 0,15 persen.

Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp613 miliar. Mereka melepas sejumlah saham seperti UNTR sebesar Rp73,4 miliar, TLKM Rp65,3 miliar, dan SMGR Rp59,1 miliar.

OCBC Sekuritas menilai pergerakan pasar modal di Asia-Pasifik bervariasi pada Selasa, karena pasar di Amerika Serikat turun dengan indeks S&P mulai turun meninggalkan level rekornya. Sementara itu, investor akan memantau varian omicron yang kembali menjadi fokus.

"Kewaspadaan pada varian omicron baru berlaku lagi karena Inggris mengonfirmasi pada Senin bahwa setidaknya satu pasien yang terinfeksi dengan varian baru dari Covid-19 telah meninggal di negara tersebut. China juga melaporkan kasus omicron pertamanya," kutip riset harian tersebut, Selasa (14/12/2021).

Menurut tim riset OCBC, fokus investor juga kemungkinan akan tertuju pada pertemuan kebijakan dua hari terakhir The Fed, yang dimulai pada Selasa waktu setempat. Setelah pertemuan berakhir pada Rabu (15/12/2021), The Fed diperkirakan akan mengumumkan bahwa mereka akan mempercepat langkah pengurangan program pembelian asetnya.

Selain itu, dari sektor energi, harga referensi batubara turun 25,7 persen menjadi US$159,79 per ton pada Desember 2021.

Secara teknikal, IHSG membentuk candlestick dengan pola shooting star sehingga perkiraannya bakal turun dengan resisten di level 6.680 dan support pada 6.600.

OCBC merekomendasikan saham LPPF dengan rating hold karena membentuk black candle dengan volume lebih rendah sementara harga dapat melanjutkan tren naiknya jika mampu bertahan di atas 4.150. resistance pada 4.700 dan support 4.150, entry point di harga 4.150-4.160.

Kemudian, rekomendasi spec buy terhadap saham PWON karena white candle dengan volume naik dan potensi pola golden cross di MACD-nya. (R: 525 | S: 488 – Entri: 500-510)

Rekomendasi selanjutnya pada saham ACES dengan rating spec buy, secara teknikal white candle dengan volume naik dan potensi uptrend W%R di zona perdagangan. (R: 1,330 | S: 1,260 – E: 1.280-1.290)

Selanjutnya, OCBC merekomendasikan hold saham BTPS yang secara teknikal membentuk Doji Candle dengan volume lebih rendah sementara tren naik harga dapat berlanjut karena mampu bertahan di atas 3.670. (R: 4.050 | S: 3.670 – E: 3.670-3.680)

Kemudian, saham TKIM mendapatkan rekomendasi spec buy karena secara teknikal membentuk pola white candle putih dengan volume naik dan potensi uptrend W%R dari area oversold. (R: 8.100 | S: 7.625 – E: 7.700-7.750).

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham prediksi ihsg penggerak ihsg
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top