Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

5 BUMN Mau Rights Issue: SMGR, BBTN, BBNI, KRAS dan KAEF, Ini Detilnya

SMGR akan melakukan rights issue bersamaan dengan inbreng saham SMBR ke dalam holding semen tersebut, yang merupakan bagian dari penguatan sinergi bisnis perusahaan.
Menteri BUMN Erick Thohir (dari kiri) didampingi Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis/Arief Hermawan P
Menteri BUMN Erick Thohir (dari kiri) didampingi Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian BUMN mengungkapkan sebanyak 5 BUMN akan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue pada 2022. Aksi ini sebagai jalan meningkatkan permodalan BUMN tanpa penanaman modal negara (PMN).

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut ada rencana rights issue pada 5 emiten BUMN yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS), dan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF).

Rights issue SMGR merupakan bagian dari konsolidasi perusahaan semen milik negara. Pemerintah bakal memasukan PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR) sebagai bagian dari holding semen.

"Ada satu yang tertinggal Semen Baturaja, akhirnya berdiri sendiri tapi tidak menjadi ekosistem semen grup padahal kita harus berkompetisi dengan perusahaan semen swasta dan asing," jelasnya dalam Rapat Kerja di Komisi VI DPR, Kamis (2/12/2021).

SMGR akan melakukan rights issue bersamaan dengan inbreng saham SMBR ke dalam holding semen tersebut, yang merupakan bagian dari penguatan sinergi bisnis perusahaan.

Erick menyebut ketika SMBR menjadi bagian dari holding semen, nantinya kebutuhan semen di wilayah Sumatera Selatan tidak perlu lagi diambil dari Semen Padang lagi, sehingga bisa fokus pada aktivitas ekspor semen.

"Kalau dikonsolidasi, SMBR memperkuat footprint semen di Sumatera Selatan, produk semen padang tak perlu lagi masuk, tapi dukung ekspor ke luar negeri, karena sekarang juga banyak negara-negara meminta ekspor semen," paparnya.

Selanjutnya, rencana rights issue BBTN merupakan bagian dari upaya memperkuat permodalan infrastruktur perumahan. Pasalnya, permintaan pembangunan rumah cukup tinggi, tetapi modal BBTN menggulirkan dana murah dan jangka panjang terbatas.

"Ini halnya kenapa kita coba rights issue ada permodalan lebih baik untuk BBTN. BBTN fokus pelayanan pembiayaan kepemilikan rumah untuk masyarakat Indonesia dan melakukan rights issue untuk memperkuat modal," urainya.

Sementara itu, rights issue BBNI juga bagian dari upaya memperkuat permodalan demi mendukung aktivitas ekspor Indonesia. Konsolidasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat BUMN perbankan.

"Kita tahu rantai pasok dunia terganggu, kontainer kesulitan, dapat kabar beberapa negara kekurangan urea untuk industrinya, tentu dengan memperkuat BBNI yang tujuannya sebagai platform bank internasional mendorong ekspor dan UMKM ekspor dan diaspora di luar negeri," tuturnya.

Kemudian, ada rencana rights issue KRAS yang merupakan bagian dari 3 langkah restrukturisasi perseroan.

"Rights issue Krakatau Steel ini bagian dari restrukturisasi US$2 miliar, yang menjadi kendala di Krakatau Steel. KRAS menjadi BUMN yang bergerak di bidang manufaktur baja berencana rights issue akhir 2022," ujarnya.

Pemerintah juga sedang negosiasi ulang kepemilikan saham di anak usaha dengan Posco, Korea Selatan agar dapat menjadi 50:50. Dengan kerja sama tersebut, pasar baja di Indonesia sebanyak 18 ton baru terisi 6 juta ton, sehingga dapat merengkuh peluang bersama.

Terakhir, KAEF berencana rights issue guna memperkuat jaringan apotek ritel perseroan dalam rangka mengantisipasi kebutuhan kesehatan mendesak lagi seperti pandemi Covid-19.

Dia mencontohkan saat pandemi masker, vitamin, obat-obatan menjadi sulit, sedangkan di Amerika Serikat (AS) kekuatan Apotek menjadi penyeimbang akses kesehatan yang mudah bagi masyarakat. Hal ini yang ingin ditiru dengan memperbanyak jaringan Apotek Kimia Farma.

"Konteks dengan Kimia Farma, suka tidak suka, ritel atau distribusi harus terus diperkuat, penyeimbang dari segi konteks lainnya, semakin besar dan masuk daerah-daerah yang belum punya perwakilan di daerah tersebut," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper