Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kekhawatiran Varian Omicron Surut, Dolar AS Menguat

Indeks dolar AS yang melacak kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya ditutup menguat 0,2 persen menjadi 96,367 pada Senin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 November 2021  |  07:02 WIB
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat menguat, sementara mata uang safe-haven yen dan franc Swiss melemah pada akhir perdagangan Senin (29/11/2021), di saat banyak negara mencari informasi mengenai mutasi terbaru dan dampak varian virus corona Omicron.

Varian Omicron yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan mendorong aksi jual di pasar keuangan pada Jumat (26/11/2021), di tengah kekhawatiran virus tersebut akan semakin mengganggu pemulihan ekonomi yang sedang berkembang setelah pandemi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Senin (29/11/2021) bahwa varian tersebut membawa risiko lonjakan infeksi yang sangat tinggi karena lebih banyak negara menutup perbatasan.

Di Amerika Serikat, Presiden Joe Biden mengatakan negara itu tidak akan kembali ke penguncian musim dingin ini, tetapi mendesak orang-orang untuk divaksinasi, mendapatkan booster dan memakai masker.

Pasar agak tenang pada Senin (29/11/2021), dengan pasar saham AS dan harga minyak rebound karena investor mengambil pandangan yang lebih seimbang, menunggu sampai dampak varian menjadi lebih jelas.

Indeks dolar AS yang melacak kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya ditutup menguat naik 0,2 persen menjadi 96,367 pada Senin, setelah mengalami penurunan satu hari terbesar sejak Mei pada Jumat (26/11).

Status dolar sebagai tempat berlindung yang aman berarti mendapat manfaat dari ketidakpastian, tetapi jatuh pada Jumat (26/11/2021) karena investor melihat varian Omicron mungkin mempengaruhi waktu rencana Federal Reserve dan bank-bank sentral utama lainnya untuk menaikkan suku bunga.

Analis dan pedagang valas di Tempus Inc Juan Perez mengatakan tantangan lain untuk pemulihan ekonomi global tampaknya menunjukkan bahwa itu menguntungkan dolar sebagai tempat yang aman.

"Varian ini baru dan bahkan tampaknya komunitas medis ingin meminimalkan dampak negatif ekonomi apa pun dari berita itu. Pendapat kami adalah bahwa sekali lagi kami berada di bawah belas kasihan penyakit yang telah bersama kami selama dua tahun, tetapi kali ini juga rasanya kita lebih siap untuk tetap menjalani hidup," ujarnya, dikutip dari Antara, Selasa (30/11/2021).

Sementara itu, mata uang euro yang naik terhadap dolar pada Jumat (26/11/2021) kini melemah 0,4 persen menjadi pada US$1,1271. Yen Jepang melemah terhadap dolar menjadi 113,76 yen per dolar.

Franc Swiss juga membalikkan pergerakan baru-baru ini. Pada Jumat (26/11/2021) franc mengalami lompatan satu hari terbesar terhadap dolar sejak Juni 2016, pergerakan harian yang sedikit lebih besar daripada di puncak guncangan pasar pertama yang disebabkan oleh virus corona pada Maret 2020

Seperti dolar, baik yen maupun franc Swiss cenderung naik pada saat terjadi tekanan keuangan. Namun, pada Senin (29/11/2021), franc Swiss turun 0,3 persen versus greenback pada 0,9244 franc per dolar AS.

Analis mengatakan pasar mata uang kemungkinan akan tetap bergejolak sampai varian baru lebih dipahami.

Goldman Sachs mengatakan tidak akan mengubah perkiraan ekonominya berdasarkan varian Omicron sampai kemungkinan dampaknya menjadi lebih jelas.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as omicron

Sumber : Antara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top