Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Seorang pekerja melintas di depan pabrik PT Gudang Garam Tbk. Kediri, Jawa Timur. - Antara / Arief Priyono
Lihat Foto
Premium

Pergerakan Saham Emiten Rokok & Batas Atas-Bawah Tarif Cukai yang Makin Terang

Pemerintah telah menyiapkan skenario batas atas dan batas bawah dalam tarif cukai rokok pada 2022 mendatang.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com
29 November 2021 | 08:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  Arah kebijakan pemerintah semakin kuat dalam menentukan kenaikan tarif cukai. 

Diperkirakan, pengenaan pungutan pajak tambahan untuk rokok sebagai bentuk pengendalian akan berada dalam rentang 10 persen sampai 18 persen. 

Dengan kenaikan yang tetap dua digit itu merupakan bentuk pemenuhan target penerimaan cukai rokok di APBN tahun depan, yakni senilai Rp193 triliun, naik sebesar 11,56 persen dibandingkan dengan tahun ini yang senilai Rp173 triliun.

Kalangan pebisnis rokok menilai kenaikan ini berlebihan. 

Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Benny Wahyudi menyebutkan ruang kenaikan cukai bagi kalangan pebisnis saat ini berada pada kisaran 6 persen — 7 persen. 

Utamanya dikarenakan pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat yang masih rendah. Kenaikan cukai berlebihan akan menyebabkan industri tertekan dalam. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top