Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Archi Indonesia (ARCI) Kejar Kenaikan Kapasitas Pabrik 122 Persen hingga 2025

Perseroan yakin kapasitas pabriknya bisa tumbuh sekitar 122 persen per 2025.
Tambang Emas Toka Tindung merupakan salah satu tambang emas terbesar yang memiliki 2 kontrak karya yang dimiliki oleh anak usaha Archi Indonesia/Dok.Perusahaan.
Tambang Emas Toka Tindung merupakan salah satu tambang emas terbesar yang memiliki 2 kontrak karya yang dimiliki oleh anak usaha Archi Indonesia/Dok.Perusahaan.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten emas PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) masih optimistis target peningkatan kapasitas pabrik pengolahan mereka bisa tercapai.

Perseroan memproyeksi pabrik pengolahannya bisa mencapai kapasitas 8 juta ton per tahun (MTPA) per 2025. Bila dibandingkan kapasitas tahunan perseroan di akhir tahun lalu, angka tersebut mencerminkan potensi pertumbuhan 122,2 persen.

"Hal ini [peningkatan kapasitas] kemudian akan memungkinkan ARCI untuk mencapai produksi emas tahunan lebih dari 450 kilo ons per tahun pada 2026 dan seterusnya," papar manajemen dalam keterangan yang diterima Bisnis, Rabu (24/11/2021).

Sebagai gambaran, pada 2020 lalu, ARCI menghasilkan produksi emas pada level 207 kilo ons. Bila dibandingkan rekor produksi 270 kilo ons pada 2018, angka tersebut memang lebih kecil. Namun, jumlahnya masih cenderung naik dalam tren jangka panjang.Pada 2011, misalnya, ARCI baru memproduksi sekitar 61 kilo ons emas dalam setahun.

Akan tetapi, dengan kondisi saat ini, perseroan menilai mereka masih punya potensi besar untuk terus bertumbuh.

"Dengan pencapaian angka tersebut [target produksi 2026], ARCI bisa menjadi produsen emas terbesar di Asia Tenggara dan masuk dalam 50 besar produsen emas dunia," tukas manajemen.

Sebagai informasi, saat ini ARCI memiliki kurang lebih 40.000 hektar wilayah konsesi dengan total 5,5 juta ons sumber daya mineral dan 3,9 juta ons cadangan bijih.

Hingga tahun lalu, perseroan baru melakukan eksplorasi dan penambangan emas sekitar 10 persen dari total area konsesinya. Mayoritas eksplorasi dilakukan di area Koridor Timur perusahaan yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper