Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Powell Dicalonkan Kembali, Dolar AS Menguat

Indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang saingannya naik 0,42 persen menjadi 96,53, tertinggi sejak Juli 2020.
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar AS menguat pada akhir perdagangan Senin (22/11/2021), setelah Presiden Joe Biden menominasikan kembali Gubernur Federal Reserve Jerome Powell untuk masa jabatan empat tahun kedua.

Indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang saingannya naik 0,42 persen menjadi 96,53, tertinggi sejak Juli 2020. Euro merosot 0,58 persen menjadi 1,1233 dolar, juga terlemah sejak Juli 2020.

Lael Brainard, anggota dewan Federal Reserve yang merupakan kandidat teratas lainnya untuk jabatan itu, akan menjadi wakil ketua, kata Gedung Putih.

"Dengan Powell dicalonkan kembali untuk masa jabatan kedua, itu menunjukkan prospek kebijakan moneter yang kurang dovish daripada di bawah kepemimpinan Brainard," kata analis pasar senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo, dikutip Antara.

"Sepertinya ada ruang lingkup yang lebih besar untuk kenaikan suku bunga AS di bawah Powell dengan Powell tetap sebagai Ketua Fed, dan itu secara luas positif untuk dolar," tambah Manimbo.

Euro terseret lebih rendah karena kekhawatiran meningkatnya pembatasan baru Covid-19 di Eropa, dengan Austria memasuki lockdown penuh lainnya dan Jerman mempertimbangkan untuk mengikutinya.

Powell dan Brainard pada Senin (22/11) mencatat dampak korosif inflasi yang tinggi terhadap ekonomi AS dan keluarga-keluaga Amerika dan menjadi sinyal bahwa mengendalikan laju kenaikan harga yang cepat sekarang menjadi prioritas utama bank sentral.

The Fed akan merilis risalah pertemuan FOMC pada Rabu (24/11), yang akan dievaluasi untuk setiap indikasi baru bahwa hal itu dapat mempercepat pengurangan pembelian obligasi dan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.

Pejabat The Fed Richard Clarida dan Christopher Waller pada Jumat (19/11) menyatakan langkah pengurangan stimulus yang lebih cepat mungkin tepat di tengah pemulihan yang cepat dan inflasi yang memanas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper