Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren NAB Reksa Dana Terproteksi Makin Turun, Simak Kinerja Sepanjang Tahun Ini

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, persentase NAB reksa dana terproteksi konvensional per Oktober 2021 sebesar 17,71 persen dari seluruh jenis NAB reksa dana, yang merupakan persentase terendah dengan NAB sebesar Rp96,21 triliun.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 21 November 2021  |  13:33 WIB
Tren NAB Reksa Dana Terproteksi Makin Turun, Simak Kinerja Sepanjang Tahun Ini
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Tren persentase nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana terproteksi dari bulan ke bulan terpantau semakin menurun. Hingga Oktober 2021, NAB pun menyentuh persentase terendahnya baik untuk produk konvensional maupun syariah. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip Minggu (21/11/2021), persentase NAB reksa dana terproteksi konvensional per Oktober 2021 sebesar 17,71 persen dari seluruh jenis NAB reksa dana, yang merupakan persentase terendah dengan NAB sebesar Rp96,21 triliun.

Sementara itu, NAB terendah justru terjadi pada Agustus 2021 dengan NAB sebesar Rp92,22 triliun dengan persentase 17,48 persen. Jika melihat kinerja sepanjang tahun, baik persentase maupun NAB terus mengalami penurunan.

NAB reksa dana terproteksi tertinggi tercatat pada Januari 2021 sebesar Rp107,05 triliun dengan persentase sebesar 19,25 persen. Lalu pada Februari 2021 NAB reksa dana terproteksi dibukukan sebanyak Rp105,69 triliun dengan persentase sebesar 19,03 persen. 

Setelah itu, pergerakan dari bulan ke bulannya terus mengalami penurunan, baik NAB maupun persentase dan pada Mei 2021 NAB reksa dana terproteksi tercatat sebesar Rp97,23 triliun dengan persentase sebesar 18,65 persen. 

Meski pada Juni sempat mengalami kenaikan dengan NAB sebesar Rp100,60 triliun dengan persentase 19,28 persen, lalu kembali turun pada Juli 2021 dengan NAB sebesar Rp97,83 triliun dengan persentase sebesar 18,66 persen. 

Nilai aktiva bersih reksa dana terproteksi sendiri terjadi pada bulan Agustus 2021 dengan NAB sebesar Rp92,22 triliun dengan persentase 17,48 persen. Lalu bertahap mengalami peningkatan NAB meski persentasenya tetap mengalami penurunan. 

Tren penurunan NAB dan persentase juga terjadi pada produk reksa dana terproteksi syariah, di mana pada Oktober 2021 persentasenya terendah, sebesar 0,26 persen dengan NAB sebanyak Rp1,44 triliun. 

Penurunan drastis NAB reksa dana syariah sendiri sudah mulai terlihat pada Mei 2021 yang turun menjadi 0,27 persen sementara pada bulan sebelumnya berkontribusi sebesar 6,75 persen dari total NAB. 

NAB reksa dana terproteksi syariah tertinggi tercatat pada Maret 2021 yaitu sebesar Rp37,63 triliun dengan persentase yang juga tertinggi sepanjang tahun sebesar 6,83 persen.

Berikut ini, kinerja reksa dana terproteksi sepanjang tahun 2021:

Bulan

Konvensional

Syariah

(dalam Rp triliun)

Persentase

(dalam Rp triliun)

Persentase

Januari

107,05

19,25

37,15

6,68

Februari

105,69

19,03

37,32

6,72

Maret

104,69

19,00

37,63

6,83

April

101,15

18,29

37,34

6,75

Mei

97,23

18,65

1,38

0,27

Juni

100,60

19,28

1,45

0,28

Juli

97,83

18,66

1,51

0,29

Agustus

92,22

17,48

1,51

0,29

September

95,95

17,89

1,52

0,28

Oktober

96,21

17,71

1,44

0,26

Sumber: OJK, diolah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana reksa dana terproteksi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top