Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Ditutup di Level 6.720, Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

IHSG naik 1,26 persen atau 83,79 poin menjadi 6.720,26 pada akhir perdagangan Jumat (19/11/2021).
Lorenzo A. Mahardika & Mutiara Nabila
Lorenzo A. Mahardika & Mutiara Nabila - Bisnis.com 19 November 2021  |  15:02 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan akhir pekan, dengan ditopang transaksi investor domestik.

IHSG naik 1,26 persen atau 83,79 poin menjadi 6.720,26 pada akhir perdagangan Jumat (19/11/2021). IHSG bahkan sempat mencapai level tertinggi intraday 6.720,98.

IHSG yang mencapai level 6.720,98 tersebut sekaligus berhasil mencatatkan rekor tertinggi intraday terbaru. Pada 11 November 2021, IHSG menyentuh level intraday tertinggi sepanjang masa di posisi 6.704, yang sebelumnya dicapai pada 20 Februari 2018 di posisi 6.693,46.

Adapun, rekor penutupan tertinggi IHSG sebelumnya juga dicatatkan pada 11 November 2021 di level 6.691,34.

Hingga jelang penutupan penutupan, terpantau 301 saham menguat, 203 saham melemah, dan 166 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp14,13 triliun, dengan net sell investor asing Rp191,62 miliar. 

Artinya, pencapaian rekor IHSG ke rekor tertinggi sepanjang masa pada hari ini ditopang oleh transaksi saham investor domestik, saat investor asing berbalik melakukan aksi jual

Saham TLKM dan BBRI menjadi yang paling banyak diborong asing dengan net buy masing-masing Rp457,3 miliar dan Rp169 miliar. Adapun, investor asing melepas saham BBNI dengan net sell Rp44,9 miliar dan ASII Rp38,5 miliar.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia menyebutkan hari ini data neraca transaksi berjalan Indonesia periode kuartal III/2021 akan dirilis, dan memengaruhi laju IHSG. Pada kuartal II/2021, Indonesia mencatatkan defisit transaksi berjalan sebesar US$2,2 miliar.

"IHSG kami perkirakan bergerak sideways hari ini, seiring dengan bervariasinya sentimen dari bursa global dan regional," papar riset.

Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi berjalan pada kuartal III/2021 mengalami surplus, terutama ditopang oleh surplus neraca perdagangan barang yang naik signifikan.

Transaksi berjalan pada periode laporan mencatat surplus US$4,5 miliar atau mencapai 1,5 persen dari PDB, setelah pada triwulan sebelumnya mengalami defisit US$2,0 miliar atau 0,7 persen dari PDB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top