Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Tampilan layar menampilkan CEO & CO-Founder Blibli, Kusumo Martanto (kiri) bersama dengan Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Santoso (kanan) saat peluncuran Kartu Kredit BCA Blibli Mastercard di Jakarta, Senin (11/10/2021). - Bisnis / Eusebio Chrysnamurti
Lihat Foto
Premium

Mengupas Jeroan Kepemilikan Blibli, Kendaraan Tempur Grup Djarum Pencaplok RANC Hingga Tiket.com

Pemegang saham Blibli terkait tegas dengan duo orang terkaya Indonesia Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono yang juga pengendali BBCA, TWOR hingga rokok Djarum.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
15 November 2021 | 14:19 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Usai menjadi pengendali PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC), PT Global Digital Network alias Blibli akhirnya menggelar penawaran tender wajib (tender offer) saham yang masih berada di publik. 

Sedikitnya, saham RANC yang ada di luar kendali Blibli mencapai 766,59 juta lembar.  Dengan banderol tender wajib Rp2.550 per lembar, artinya anak usaha kelompok Djarum itu menyiapkan Rp1,95 triliun tambahan jika seluruh pemegang saham publik melepaskan kepemilikannya.

Nilai ini menggenapkan harga yang dibayar Blibli atas 51 persen saham RANC seharga Rp2.03 triliun dari pengendali sebelumnya. 

“Penawaran tender wajib akan berlangsung 30 hari sejak pukul 09.00 WIB pada 16 November 2021 sampai pukul 16.00 WIB pada tanggal 15 Desember 2021,” papar manajemen Blibli, dalam pengumumannya hari ini, Senin (15/11/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top