Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis - Himawan L Nugraha
Lihat Foto
Premium

Bursa Digoyang Rilis Pertumbuhan Ekonomi, Waktunya Serok Saham?

Laporan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2021 Indonesia mendapat respons negatif dari para pelaku pasar. Seberapa kuat indeks harga saham gabungan (IHSG) menghadapi sentimen negatif tersebut?
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com
05 November 2021 | 17:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Tekanan yang dialami oleh bursa saham Indonesia usai rilis produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III/2021 dinilai justru membuka peluang bagi investor.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif pada kuartal III 2021 tumbuh positif 3,51 persen secara tahunan dibandingkan periode sama tahun lalu.

Data itu menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 yang sebesar 7,07 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono menuturkan, jika dihitung secara kuartalan maka pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III lalu tumbuh 1,55 persen. 

Margo menjelaskan bahwa apabila dibandingkan dengan kuartal III 2020 atau secara year on year (yoy), perekonomian Indonesia tumbuh 3,51 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top