Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasikan Jual Saham Gudang Garam (GGRM)

Ketidakmampuan perseroan mengenakan pajak cukai yang lebih tinggi memberikan tekanan pada margin kotor GGRM selama sembilan bulan di 2021.
Annisa Saumi
Annisa Saumi - Bisnis.com 03 November 2021  |  20:34 WIB
Warga melintas di depan kantor pusat pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/8). - Antara/Prasetia Fauzani
Warga melintas di depan kantor pusat pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/8). - Antara/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA - PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) membukukan membukukan pendapatan Rp92 triliun hingga akhir September 2021, naik 10,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp83,3 triliun. Laba bersih perseroan turun 26,79 persen menjadi Rp4,13 triliun, dari Rp5,64 triliun.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto dalam risetnya mengatakan, pertumbuhan top line tersebut diiringi dengan margin yang lebih rendah karena Gudang Garam tidak mampu mengenakan cukai pajak yang lebih tinggi.

"Laba bersih sembilan bulan 2021 adalah 74 persen dari perkiraan full year 2021 kami, masih sejalan, dan 67 persen dari perkiraan konsensus," kata Natalia, dikutip Rabu (3/11/2021).

Dia menjelaskan, ketidakmampuan perseroan mengenakan pajak cukai yang lebih tinggi memberikan tekanan pada margin kotor GGRM selama sembilan bulan di 2021.

Sebagai informasi, di kuartal III/2021, GGRM melaporkan margin kotor sebesar 12,2 persen, lebih rendah dibandingkan kuartal III/2020 sebesar 14,5 persen. Adapun selama 9 bulan, GGRM menghasilkan mergin kotor sebesar 11,3 persen.

"Meskipun beban bunga lebih rendah dan pendapatan lain-lain lebih tinggi, margin kotor yang lebih rendah memberi tekanan pada pendapatan," ucapnya.

BRI Danareksa Sekuritas melihat, harga jual yang lebih tinggi sangat penting untuk mempertahankan margin. BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan preferensi konsumen terhadap sigaret kretek mesin full flavour (SKM FF) akan menopang penjualan GGRM ke depan.

"Namun, kami melihat ada hambatan sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang pajak cukai 2022," tulisnya.

Adapun BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sell saham Gudang Garam, dengan target harga Rp28.600.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham emiten rokok gudang garam
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top