Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menilik Kinerja Sektor Perbankan, Saham Mana yang Layak Koleksi?

Pemulihan kinerja sektor perbankan akan berdampak pada kenaikan ekspektasi investor terkait prospek perusahaan di tahun depan.
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/3/2021). Bisnis/Abdurachman
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/3/2021). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten-emiten perbankan mulai mengumumkan kinerjanya pada kuartal III/2021. Kinerja emiten di sektor ini tercatat menunjukkan perbaikan hingga 9 bulan pertama 2021.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Setya Ardiastama mengatakan, pemulihan kinerja sektor perbankan akan berdampak pada kenaikan ekspektasi investor terkait prospek perusahaan di tahun depan.

"Kami merekomendasikan beberapa saham perbankan seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, BBTN, BTPS, dan BRIS," kata Okie kepada Bisnis, Kamis (28/10/2021).

Okie menyebut, target price (TP) dari masing-masing emiten tersebut adalah Rp7.750 untuk BBCA, Rp4.350 untuk BBRI, Rp7.500 untuk BMRI, dan Rp7.450 untuk BBNI. Lalu Rp1.930 untuk BBTN, Rp4.100 untuk BTPS, dan Rp2.280 untuk BRIS.

Sementara Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy merekomendasikan dua saham perbankan, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Robertus menjelaskan, selain peningkatan yang signifikan dalam pemulihan kerugian pinjaman dan pendapatan operasional, struktur permodalan BBNI yang lebih kuat, berpotensi mengakselerasi pertumbuhan pencairan kredit dan ekspansi bisnis BBNI di masa depan.

"BBNI baru-baru ini menerbitkan obligasi non-call 5,5 tahun perpetual senilai US$600 juta atau Rp8,4 triliun, memenuhi syarat sebagai modal AT1. BNI juga berencana melakukan rights issue awal tahun depan menyusul persetujuan DPR untuk Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3,5 triliun," tutur Robertus.

HP Sekuritas juga berpandangan BBNI akan memainkan peran kunci dalam mengakselerasi pertumbuhan nilai ekspor Indonesia. Hal ini menyusul keberhasilan peluncuran BNI Xpora, yang telah menyalurkan pinjaman hingga Rp1,06 triliun kepada eksportir UKM, dalam 3 bulan pertama.

Sementara untuk BBCA, Robertus melihat bank milik Grup Djarum ini akan memainkan peran kunci dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia. Pasalnya, BBCA tercatat aktif berinvestasi di bank digital Blu by BCA dan beberapa startup teknologi seperti Julo, Qoala, GPN, Akseleran, OY, dan Agate, melalui anak perusahaannya, Central Capital Ventura.

"BBCA baru-baru ini meningkatkan modal Blu by BCA menjadi Rp4 triliun dari sebelumnya hanya Rp1,3 triliun, sehingga dapat menyalurkan pinjaman yang lebih besar di masa depan," ucapnya.

Selain itu, HP Sekuritas juga menilai dengan likuiditas BBCA yang cukup, dengan LDR sebesar 62 persen dan Cost of Credit 1,7 persen, dapat disalurkan lebih jauh ke dalam pinjaman dan aset obligasi yang berimbal hasil lebih tinggi.

HP Sekuritas juga berpandangan rasio dana murah atau current account saving account (CASA) yang unggul dibandingkan dengan emiten sejenis yang mencapai 78,1 persen pada sembilan bulan pertama 2021, berpotensi menurunkan liabilitas bunga perseroan dibandingkan dengan bank-bank BUKU IV lainnya.

HP Sekuritas merekomendasikan untuk buy saham BBNI dan BBCA dengan target price masing-masing Rp8.750 dan Rp8.500.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper