Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pekan Ini, Gerak IHSG Dibayangi Sentimen Laporan Keuangan

Pekan ini investor akan mengamati secara cermat laporan keuangan emiten kuartal III/2021. Hal tersebut akan menentukan pergerakan IHSG.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  08:43 WIB
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan sangat tergantung dari hasil laporan keuangan kuartal III/2021.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan pada pekan ini investor akan mengamati secara cermat laporan keuangan emiten kuartal III/2021. Hal tersebut akan menentukan pergerakan IHSG.

Selain itu,  investor juga akan mengamati pergerakan yield Obligasi AS tenor 2 tahun yang saat ini pada level 0.4595 persen. Begitu juga dengan tenor 10 tahun yang berpotensi naik menuju level tertinggi Maret sebesar 1,74 persen sebagai antisipasi akan naiknya FFR di kuartal 3/2022 merespon naiknya tingkat inflasi dan GDP AS.

"Hari ini IHSG diperkirakan berpeluang menguat terbatas didorong penguatan Indeks DJIA sebesar 0,21 persen serta didorong naiknya harga beberapa komoditas ditengah turunnya EIDO dihari kedua sebesar 0,25 persen," katanya dalam riset harian Senin (25/10/2021).

Dia memperkirakan IHSG berpeluang bergerak di level 6.595 sampai dengan 6.690.

Sementara itu, Tim riset NH Korindo Sekuritas menyatakan meskipun IHSG mampu menguat 0,16 persen  sepanjang pekan lalu. Tetapi, tren kenaikan IHSG terlihat mulai tertahan di kisaran level all-time high.

"Pelaku pasar akan terus mencermati musim rilis Laporan Keuangan kuartal III/2021 serta sentimen pergerakan harga komoditas global," sebut tim dalam riset harian Senin (25/10/2021).

Mereka berpendapat secara teknikal, indeks acuan diperkirakan masih akan bergerak pada kisaran level 6.600-6.750. Di sisi lain, Dow Jones menutup akhir pekan lalu (22/10) dengan rekor tertinggi baru, sementara S&P 500 dan Nasdaq melemah. Kepala The Federal Reserve, Jerome Powell pun menegaskan bahwa tekanan inflasi hanya bersifat sementara dan belum waktunya untuk menaikkan suku bunga.

Pekan ini investor akan mencermati rilis data GDP AS serta kinerja keuangan perusahaan-perusahaan teknologi besar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top