Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Koreksi IHSG Terbatas, Rekomendasi Saham BBCA, SSMS, TLKM Besok

Koreksi IHSG cukup terbatas setelah menembus 6.600 sehingga peluang penguatan cukup terbuka.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 21 Oktober 2021  |  19:59 WIB
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diwarnai profit taking pada perdagangan hari ini, Kamis (21/10/2021). Pada perdagangan besok, Jumat (22/10/2021), IHSG cenderung bergerak fluktuatif.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup di zona merah dengan melemah 0,35 persen atau 23,02 poin ke level 6632,97. Padahal, pada sesi I IHSG sempat bergerak ke zona hijau dan menyentuh level 6.687,13.

Dari seluruh konstituennya, sebanyak 347 saham turun, 188 saham naik, dan 127 saham stagnan harganya. Kapitalisasi pasar pun merosot ke Rp8.167,11 triliun.

Kendati IHSG merah, investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih atau net foreign buy mencapai Rp531,82 miliar. Asing menggandrungi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) yang dibeli bersih Rp218,7 miliar, walaupun hal tersebut tidak dapat menghilangkan tekanan jual dan membuat harganya terkoreksi 0,91 persen atau 40 poin ke level 4.360.

Selanjutnya, investor asing juga memborong saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp201 miliar yang membuat sahamnya melejit 2,94 persen. Kemudian, saham PT Bank mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga diborong investor asing hingga Rp144,9 miliar, kendati harga sahamnya turun 0,35 persen.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengungkapkan penurunan indeks komposit akibat aksi profit taking pelaku pasar karena kenaikan IHSG yang cukup signifikan sepanjang bulan ini.

"IHSG belum koreksi berarti sejak breakout dari level 6250. Untuk besok IHSG berpotensi bergerak mixed melemah dengan support terdekat di level 6.579 dan resisten 6.693," urainya kepada Bisnis, Kamis (21/10/2021).

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengungkapkan IHSG masih menguji level all time high pada 6.693,46.

"Pelemahan terbatas mengindikasikan bahwa daya beli masih kuat sehingga potensi penguatan IHSG masih besar," katanya.

William memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.500 hingga 6.693,46. Berikut rekomendasi saham dari Panin Sekuritas.


[BBCA]
Closing The Gap: Menutup gap pada 7320.
Rekomendasi: Buy on weakness, TP 8250, stop loss <7175.
Support: 7320; 7175.
Resistance: 800; 8250.

[KLBF]
Testing Resistance: Menguji resistance pada 1565.
Rekomendasi: Sell on strength.
Support: 1420; 1355.
Resistance: 1565.

[SSMS]
Demand Zone: Melanjutkan penguatan meninggalkan demand zone pada area 1105 s/d 1145.
Rekomendasi: Speculative buy and hold selama harga bertahan di atas demand zone, TP 1345.
Support: 1145; 1105.
Resistance: 1345.

[TLKM]
Testing Resistance: Menguji resistance pada 3900 dan 4000.
Rekomendasi: Sell on strength.
Support: 3640.
Resistance: 3900; 4000.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI bca rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top