Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dinamika Covid-19 Pengaruhi Sektor Konsumer Unilever Indofood Cs

Perbaikan di sektor konsumsi akan terjadi seiring dengan momentum pemulihan ekonomi khususnya di tahun 2021.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 08 Oktober 2021  |  07:34 WIB
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Dinamika Covid-19 dinilai akan berpengaruh besar untuk pertumbuhan saham-saham di sektor konsumer pada kuartal terakhir tahun ini.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama mengungkapkan pada kuartal III/2021, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 3,7 persen hingga 4,5 persen.

Di mana menurutnya proyeksi tersebut ditopang oleh kinerja ekspor maupun impor. Sementara untuk tingkat konsumsi menurutnya masih perlu ditingkatkan baik dari segi kapasitas maupun kapabilitasnya.

Oleh karena itu, dengan adanya relaksasi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) seiring dengan menurunnya kasus Covid-19 bisa meningkatkan mobilitas masyarakat sehingga mendorong kinerja emiten di sektor konsumer.

“Mobilitas masyarakat meningkat juga berpotensi meningkatkan aktivitas konsumsinya,” ungkap Nafan dalam acara Mirae Day secara virtual, Kamis (7/10/2021).

Ditambah lagi ada optimisme peningkatan konsumsi seiring dengan periode natal dan tahun baru di akhir tahun ini.

Namun Nafan mengingatkan untuk juga memperhatikan perkembangan pandemi Covid-19 secara global maupun domestik. Hal ini dikarenakan masih adanya kekhawatiran varian baru maupun munculnya gelombang baru dari pandemi yang belum diketahui.

Terlepas dari itu, Nafan optimis dengan peningkatan mobilitas masyarakat di akhir tahun ini yang akan meningkatkan indeks keyakinan konsumen di Indonesia dan kembali di batas optimis yaitu mencetak skor 100 bahkan lebih.

Nafan menyebutkan per bulan Agustus indeks keyakinan konsumen mengalami penurunan skor yaitu 77,3. Sementara dibandingkan bulan sebelumnya, Juli 2021 yang membukukan skor 80,2.

Di sisi lain, indeks penjualan ritel Indonesia secara tahunan (year on year/yoy) per Juli 2021 masih minus 2,9 persen.

“Saya pikir, mudah-mudahan pemulihan di sektor konsumsi akan tercipta seiring dengan momentum pemulihan ekonomi khususnya di tahun 2021 ini. Karena kita juga harus melihat berbagai dinamika terutama pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia pun merekomendasikan tiga sektor untuk bulan Oktober ini yang salah satunya adalah sektor konsumen primer. Sementara dua sektor lainnya adalah sektor keuangan, dan energi.

Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina merekomendasikan tiga saham di sektor konsumen primer dengan memilih sub-sektor perkebunan kelapa sawit yaitu AALI, LSIP, dan SSMS.

Untuk AALI dengan target harga 10.700 dan LSIP dengan target harga 1.500 kata Martha karena telah mendekati harga target jadi rekomendasinya adalah hold. Sedangkan untuk SSMS sendiri belum ada rating.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG cpo konsumsi
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top