Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Menanti IPO Traveloka, GoTo, Tiket.com, Blibli dan J&T Express

Masyarakat menilai dunia usaha akan lebih ekspansif dalam 6 bulan ke depan.
Mitra layanan ojek daring Gojek menunjukkan logo merger perusahaan Gojek dan Tokopedia yang beredar di media sosial di shelter penumpang Stasiun Kereta Api Sudirman, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Sejumlah mitra pengemudi Gojek berharap mergernya dua perusahan ?startup? Gojek dan Tokopedia memberikan dampak positif bagi kalangan mitra dengan meningkatnya bonus dan insentif karena penggabungan tersebut telah meningkatkan nilai atau valuasi perusahaan./ANTARA FOTO-Aditya Pradana Putra
Mitra layanan ojek daring Gojek menunjukkan logo merger perusahaan Gojek dan Tokopedia yang beredar di media sosial di shelter penumpang Stasiun Kereta Api Sudirman, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Sejumlah mitra pengemudi Gojek berharap mergernya dua perusahan ?startup? Gojek dan Tokopedia memberikan dampak positif bagi kalangan mitra dengan meningkatnya bonus dan insentif karena penggabungan tersebut telah meningkatkan nilai atau valuasi perusahaan./ANTARA FOTO-Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Investor tengah menantikan musim penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sektor teknologi untuk menyemarakkan pasar modal.

Senior Technical Analyst Henan Putihrai Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan investor pasar modal tengah menunggu momentum pencatatan saham sektor teknologi. Menurutnya IHSG akan semakin tinggi dengan katalis tersebut.

"Sektor teknologi dan menara juga dinantikan panggungnya kuartal 4 ini atau menjelang 2022 dengan banyaknya IPO perusahaan startup semacam Mitratel, GoTo, Blibli, Traveloka, Tiket.com, J&T Express," katanya kepada Bisnis dikutip Rabu (6/10/2021).

Liza menambahkan sektor investasi diharapkan tumbuh 4,7 persen hingga 6,1 persen dari aktivitas konstruksi bangunan. Jumlah itu berkontribusi lebih dari 70 persen dari total Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi diproyeksikan mampu tumbuh cukup tinggi sebesar 8 persen hingga 8,4 persen. Menurutnya, Indeks Keyakinan Konsumen untuk 6 bulan ke depan berpotensi mengalami kenaikan.

"Artinya masyarakat menilai dunia usaha akan lebih ekspansif dalam 6 bulan ke depan," katanya.

Di sisi lain, Reza Amirul Juniarshah, Head of Corporate Communications Traveloka, mengatakan perseroan akan menjadi perusahaan publik. Pasalnya langkah itu dapat menjadi cara untuk berkembang.

“Evolusi untuk menjadi perusahaan publik adalah langkah yang wajar mengingat posisi Traveloka sebagai pemimpin di industri serta aspirasi untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut,” katanya kepada Bisnis pada Rabu (6/10/2021).

Adapun ketika ditanya perihal lokasi pencatatan disini atau di luar negeri, perseroan menanggapi sedang mempertimbangkan seluruh opsi yang tersedia. Namun, Traveloka tetap berkomitmen untuk mewujudkan tujuan menjadi perusahaan publik.

Selain itu, Reza menegaskan bahwa Traveloka masih memiliki kekuatan dalam hal permodalan. “Kami memiliki permodalan yang kuat dan tetap fokus dalam menentukan pilihan serta waktu yang terbaik, sesuai dengan kepentingan perusahaan dan pemangku kepentingannya,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper