Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Lihat Foto
Premium

Pilih-Pilih Saham Blue Chip PER & PBV Mini Sambut Window Dressing

Dalam kelompok LQ45 atau blue chips terdapat sembilan emiten dengan PER di bawah 10 dan 12 emiten dengan PBV di bawah satu kali. Layak dipertimbangkan jelang ?window dressing
 Dwi Nicken Tari & Ika Fatma Ramadhansari
Dwi Nicken Tari & Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com
27 September 2021 | 06:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Harga saham-saham blue chips yang tergabung dalam LQ45 mengalami tekanan sejak awal tahun. Tekanan yang membawa saham-saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia itu memiliki rasio PER di bawah 10 kali dan PBV di bawah 1 kali. Area rasio yang sangat layak dipertimbangkan sebagai portofolio investasi oleh invetor.

Indeks LQ45 menguat 2,53 persen sepanjang Juli—24 September 2021 ke level 866,25. Kinerja itu lebih baik dibandingkan dengan performa LQ45 pada kuartal I/2021 yang terkoreksi 3,43 persen dan anjlok -6,42 persen pada kuartal II/2021.

Namun, indeks saham-saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia itu masih memerah secara year-to-date (YtD) dengan kinerja -7,34 persen.

Berbeda dengan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menguat 2,77 persen.

Kondisi ini membawa sejumlah saham dalam LQ45 berada pada area dengan rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) berada di bawah 1 kali. Artinya harga saham perusahaan lebih murah dibandingkan nilai sebenarnya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top