Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Usai Pabrik ke-15 Rampung, Nippon Indosari (ROTI) Belum Ada Rencana Tambah Pabrik Lagi

ROTI mengoperasikan 15 pabrik roti termasuk pabrik terbaru di Pekanbaru, Riau. Dengan pabrik roti yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi ini perseroan telah mendistribusikan produk Sari Roti ke 34 provinsi di Indonesia.
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk/sariroti.com
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk/sariroti.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen roti PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. belum berencana menambah pabrik baru lagi setelah pabrik ke-15 di Pekanbaru ditargetkan rampung pada awal 2022.

Head Investor and Public Relations Nippon Indosari Hadi Susilo mengatakan dengan beroperasinya pabrik di Pekanbaru akan membuat kapasitas produksi Sari Roti cukup untuk menopang penjualan dalam beberapa tahun ke depan.

“Ke depannya, fokus manajemen adalah memperluas sebaran prouksi dan memperbanyak outlet,” kata Hadi dalam paparan publik, Senin (6/9/2021).

Saat ini, ROTI mengoperasikan 15 pabrik roti termasuk pabrik terbaru di Pekanbaru, Riau. Dengan pabrik roti yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi ini perseroan telah mendistribusikan produk Sari Roti ke 34 provinsi di Indonesia.

Sebagai pemimpin pasar di industri roti nasional, Hadi mengatakan perseroan optimistis dapat mengerek penjualan seiring dengan kenaikan permintaan roti di masa depan.

Adapun, ROTI mendominasi 90 persen pangsa pasar di segmen roti produksi massal. Segmen roti massal mewakili 20 persen pangsa pasar industri roti di Indonesia, sementara 68 persen berasal dari produksi rumahan dan 12 persen produksi butik.

“Segmen produksi massal terus berkebang didukung oleh urbanisasi, peningkatan tingkat pendidikan, bertambahnya kelas penghasilan menengah, serta tren konsumsi milenial,” kata Hadi.

Untuk lebih menarik selera konsumen, Hadi menyebut baru-baru ini perseroan mengenalkan produk baru milky soft dari ragam roti tawar. Pengembangan produk ini akan terus diperkuat oleh ROTI sembari meningkatkan jaringan distribusi di wilayah pabrik perseroan beroperasi.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021, ROTI membukukan pendapatan senilai Rp1,55 triliun. Realisasi itu lebih rendah 7,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp1,67 triliun.

Namun, laba bersih perseroan mengalami kenaikan 33,20 persen menjadi Rp121,79 miliar dari sebelumnya Rp91,43 miliar.

Adapun, penjualan roti tawar masih mencatatkan kontraksi sebesar 14,33 persen secara tahunan menjadi Rp1,14 triliun dan penjualan roti manis turun 7,12 persen menjadi Rp510,25 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper