Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semester I/2021, Anak Usaha Garuda (GMFI) Tekan Rugi Usaha 72,4 Persen

Penurunan rugi bersih ini menyusul dilakukannya inisiatif-inisiatif efisiensi dan terjadinya penurunan aktivitas produksi yang memangkas beban usaha hingga separuh atau mencapai 49,8 persen
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 04 September 2021  |  03:38 WIB
Petugas Inspektur Kelaikudaraan DKPPU Kementerian Perhubungan dan tekhnisi GMF melakukan pemeriksaan seluruh mesin dan kalibrasi dengan menggunakan alat simulasi kecepatan dan ketinggian pesawat pada pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/3/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal
Petugas Inspektur Kelaikudaraan DKPPU Kementerian Perhubungan dan tekhnisi GMF melakukan pemeriksaan seluruh mesin dan kalibrasi dengan menggunakan alat simulasi kecepatan dan ketinggian pesawat pada pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/3/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) berhasil menekan rugi bersih pada semester I/2021 hingga 72,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan penurunan rugi bersih ini menyusul dilakukannya inisiatif-inisiatif efisiensi dan terjadinya penurunan aktivitas produksi yang memangkas beban usaha hingga separuh atau mencapai 49,8 persen, yakni dari US$267 juta pada semester I/2020 menjadi US$ 134 juta pada semester I/2021.

Dia menilai bahwa tren utilisasi pesawat dan event maintenance hingga paruh pertama tahun 2021 ini masih belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini tidak terlepas dari adanya peningkatan kasus aktif Covid-19, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), serta pembatasan dan pengetatan persyaratan penerbangan sebagai upaya untuk meminimalisasi penyebaran virus Covid-19.

“Menghadapi iklim usaha yang masih dinamis, kami berupaya untuk menjaga likuiditas dan kelangsungan usaha Perseroan. Salah satunya melalui manajemen arus kas dan penyesuaian aktivitas produksi yang disesuaikan dengan kondisi saat ini,” ujarnya, Jumat (3/9/2021)

Melalui langkah tersebut, Perseroan juga mampu memperkecil penurunan bersih kas dan setara kas dari sebelumnya US$18,4 juta pada paruh pertama 2020 menjadi US$4,3 juta pada semester pertama tahun 2021.

Guna menjaga operasional Perseroan, di sepanjang paruh pertama tahun ini, Perseroan juga terus membuka diri dan beradaptasi dengan segmen bisnis potensial yang tumbuh di tengah pandemi seperti pesawat kargo, project redelivery dan industrial gas turbine engine guna mengimbangi pasar commercial aviation yang masih tertekan.

“Selain operator dalam negeri, GMF juga merawat maskapai asing di sejumlah negara, mulai dari Asia, Eropa, hingga Amerika. Di segmen non-aviasi, Perseroan juga tengah merambah perawatan generator milik Pertamina dan PLN Group,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia Kinerja Emiten gmf aeroasia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top