Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pasar modal dibayangi gelombang emiten yang mengajukan permohonan PKPU kendati pasar saham mulai menguat. (Bisnis - Eusebio Chrysnamurti)
Lihat Foto
Premium

Menakar Efek Moratorium PKPU Bagi Emiten di Lantai Bursa

Sejumlah emiten di lantai bursa tercatat terjerat status PKPU dan mengajukan pailit. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri di tengah masih tingginya tekanan akibat pandemi Covid-19.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com
31 Agustus 2021 | 07:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi yang melanda dunia termasuk Indonesia selama kurang lebih 2 tahun terakhir, telah memberikan efek serta tekanan yang signifikan terhadap sejumlah perusahaan. Satu-persatu perusahaan pun harus tumbang karena lilitan masalah.

Adapun, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyematkan tato 'M' pada perusahaan tercatat atau emiten yang mengindikasikan adanya permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Selain itu, ada juga emiten yang memiliki notasi 'B' lantaran telah mengajukan permohonan pernyataan pailit.

Berdasarkan data keterbukaan informasi BEI per 27 Agustus 2021, dari 81 emiten bernotasi khusus, terdapat delapan jajaran emiten yang memiliki tato 'M'. Mereka  diantaranya PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP), PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL), PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA), PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM), PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL), PT Pelangi Indah Canindo Tbk. (PICO).

Sementara itu ada empat emiten dengan notasi 'B’ antara lain PT Pan Brother Tbk. (PBRX), PT Grand Kartech Tbk. (KRAH), PT Golden Plantation Tbk. (GOLL),dan PT Mitra Pemuda Tbk. (MTRA) yang telah dimohonkan pailit.

Dari sejumlah emiten yang tersangkut PKPU tersebut, terdapat beberapa emiten yang menarik perhatian pasar. Salah satunya Garuda Indonesia yang mendapat gugatan pailit dari Aercap Ireland Limited (Aercap) pada 4 Juni 2021. Aercap merupakan lessor yang menyewakan armada pesawatnya kepada Garuda Indonesia. 

Aercap mengajukan gugatan pailit tersebut pada 4 Juni 2021 di Supreme Court negara bagian New South Wales Australia. Perusahaan pelat merah tersebut juga mendapatkan permohonan PKPU dari PT My Indo Airlines (MYIA).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top