Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Matahari Department Store (LPPF) Yakin Kinerja Semakin Tumbuh setelah PPKM

Setelah berbalik laba, Matahari (LPPF) optimistis dapat semakin meningkatkan kinerja.
Pengunjung di gerai Matahari Department Store Pasaraya, Jakarta, Kamis (21/9)./JIBI-Felix Jody Kinarwan
Pengunjung di gerai Matahari Department Store Pasaraya, Jakarta, Kamis (21/9)./JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah membukukan pertumbuhan kinerja pada semester I/2020, emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) percaya dapat mencapai performa jauh lebih baik setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

CEO Matahari Department Store Terry O’Connor dalam keterangan resmi perseroan menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut beriringan dengan semakin cepatnya perseroan maupun pemerintah menghadapi tantangan Covid-19.

“Kami bermaksud menjadikan musim lalu sebagai pembelajaran utama bagi musim Lebaran 2022. Kami percaya bahwa kami berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan sepenuhnya pemulihan yang akan datang di gerai-gerai kami dan dalam pencapaian ambisi omni channel kami,” ungkap O’Connor dalam keterangan resmi perseroan, Kamis (26/8/2021).

Dia mengungkapkan bahwa saat ini perseroan telah melakukan vaksinasi untuk seluruh karyawannya ditambah dengan melaksanakan protokol keamanan dan kesehatan perseroan yang kuat.

Pada semester I/2021, perseroan dalam laporan keuangannya telah mencatatkan kembali laba bersih periode berjalan sebesar Rp532,48 miliar. Di mana pada periode yang sama tahun sebelumnya emiten berkode saham LPPF tersebut mengalami rugi tahun berjalan sebesar Rp357,87 miliar.

Sepanjang tahun ini, perseroan mengungkapkan telah melihat kemajuan yang menjanjikan di bidang operasional utama. Di antaranya marjin yang lebih dapat diprediksi dengan penghentian penjualan merek dan mode yang berkinerja buruk.

Lalu perseroan juga tengah melakukan modernisasi atas barang dagangan, dengan serangkaian inisiatif baru yang diungkapkan telah membuahkan hasil. Kemudian, wilayah operasi perseroan ditata ulang demi produktivitas yang lebih tinggi.

Selain itu, pekerjaan peningkatan gerai juga dilakukan untuk pengalaman berbelanja yang lebih lancar. Perseroan kini lebih selektif pada penggunaan pengeluaran modal guna meningkatkan pelayanan pelanggan.

Terakhir, peralihan usaha ke model beraset ringan dengan berkurangnya gudang, aset dan aset berkinerja rendah membuat kinerja perseroan berjalan dengan baik.

Emiten ritel yang memiliki 145 gerai di seluruh Indonesia serta platform digital itu, pada Juli 2021 lalu memiliki pengendali baru yaitu Auric Digital Retail Pte Ltd yang menurut perseroan menambah keyakinan akan kepastian pengembangan, kontinuitas dan pelaksanaan strategi.

Setelah itu pada Agustus ini, LPPF pun diketahui melakukan aksi buyback atau pembelian saham kembali dengan maksimal 15 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan dengan dana yang dialokasikan sebesar Rp450 miliar. Aksi tersebut dilakukan perseroan karena berkeyakinan bahwa sahamnya bernilai terlalu rendah.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan hari ini, Kamis (26/8/2021), saham LPPF ditutup naik 8,73 persen atau 200 poin ke level Rp2.490. Emiten ritel tersebut tercatat berkapitalisasi pasar sebesar Rp6,54 triliun.

Selama tahun berjalan saham LPPF telah naik sebesar 95,29 persen. Sementara itu, pada tiga bulan kebelakang saham LPPF naik sebesar 43,93 persen, dan selama sepekan ini telah naik sebanyak 20,87 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper