Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Reksa Dana Saham Masih Minus, Pinnacle Investama Ungkap Penyebabnya

Direktur Utama PT Pinnacle Persada Investama Guntur Putra menyampaikan kinerja reksa dana saham perusahaannya mengalami penurunan seiring dengan kinerja dari saham-saham berkapitalisasi besar mengalami koreksi di bulan Juli 2021.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 05 Agustus 2021  |  07:06 WIB
Kinerja Reksa Dana Saham Masih Minus, Pinnacle Investama Ungkap Penyebabnya
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja reksa dana saham sepanjang tahun ini masih mencatatkan kinerja negatif. Hal itu pun menurut analis disebabkan oleh berbagai sentimen, baik global maupun domestik.

Direktur Utama PT Pinnacle Persada Investama Guntur Putra menyampaikan kinerja reksa dana saham perusahaannya mengalami penurunan seiring dengan kinerja dari saham-saham berkapitalisasi besar mengalami koreksi di bulan Juli 2021.

“Di bulan Juli ini overall reksa dana saham lumayan mengalami penurunan yang cukup dalam dan ini seiring dengan penurunan kinerja dari saham-saham blue chip di IHSG yang mengalami koreksi di bulan Juli ini,” ungkap Guntur saat dihubungi Bisnis, Rabu (4/8/2021).

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor baik global maupun domestik yang mempengaruhi kinerja negatif dari menurunnya harga saham-saham big caps tersebut.

Di sisi global, Guntur menyampaikan terkait dengan suku bunga Amerika Serikat di mana The Fed tetap mempertahankan suku bunga di level 0,25 persen. FOMC meeting pada Juli lalu memperlihatkan kondisi ekonomi masih belum memungkinan untuk pengetatan kebijakan dan investor masih mengantisipasi hal tersebut dengan kepastian tapering dari The Fed.

Adapun, dari dalam negeri atau domestik, Guntur mengungkapkan investor saat ini masih melihat dampak dari PPKM terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan dan juga kenaikan yang cukup tajam pada varian Covid-19 Delta di berbagai belahan dunia membuat investor saat ini masih wait and see.

Guntur menyampaikan, pada Juli 2021, produk reksa dana Pinnacle berbasis kuantitatif yaitu Pinnacle Strategic Equity Fund mencatatkan peningkatan kinerja sebesar 5,09 persen.

Sementara itu, Berdasarkan data Infovesta Utama, reksa dana saham mencatatkan kinerja paling buruk dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya. Secara tahun berjalan, kinerja reksa dana saham terpuruk menjadi minus 9,32 persen. Adapun, secara per bulan pada Juli 2021, reksa dana saham masih mencatatkan kinerja negatif yaitu 0,06 persen.

Guntur memperkirakan melihat pasar masih akan cukup volatile pada Agustus 2021. Menurutnya, banyak investor yang masih ingin melihat seberapa efektif PPKM dan percepatan distribusi dan penyebaran vaksin di kondisi saat ini kendati ada juga beberapa sektor atau emiten yang memiliki potensi perbaikan dari sisi pendapatan.

“Jika memang dengan PPKM yang sedang kita jalankan, kondisi dan situasi Covid-19 bisa terkontrol, kami prediksi market akan mulai mengalami perbaikan di kuartal IV/2021,” kata Guntur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham Pertumbuhan Ekonomi reksa dana
Editor : Ropesta Sitorus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top