Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kimia Farma (KAEF) Tunda Vaksinasi Individu Berbayar, Sahamnya Bertahan di Zona Hijau

Saham KAEF sudah diperdagangkan sebanyak 12.713 kali dengan nilai tunr over Rp97,78 miliar atas 27,97 juta saham. Kapitalisasi pasar KAEF tercatat Rp19,11 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 12 Juli 2021  |  09:52 WIB
Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk. Ganti Winarno memberikan sosialisasi mengenai program Vaksinasi Gotong Royong Individu dalam konferensi pers virtual, Senin (12/7/2021). - Dwi Nicken Tari
Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk. Ganti Winarno memberikan sosialisasi mengenai program Vaksinasi Gotong Royong Individu dalam konferensi pers virtual, Senin (12/7/2021). - Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA - Laju pergerakan saham emiten farmasi PT Kimia Farma Tbk. tertahan setelah perseroan mengumumkan penundaan program Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu yang semua dijadwalkan mulai hari ini, Senin (12/7/2021).

Mengutip Bloomberg pada Senin (12/7/2021), saham berkode KAEF tersebut menguat 9,21 persen menjadi Rp3.440 pada pukul 09.45 WIB. Namun, penguatan itu sudah berkurang setelah KAEF sempat menyentuh level tertingginya pagi ini pada Rp3.670.

Saham KAEF sudah diperdagangkan sebanyak 12.713 kali dengan nilai tunr over Rp97,78 miliar atas 27,97 juta saham. Kapitalisasi pasar KAEF tercatat Rp19,11 triliun.

PT Kimia Farma Tbk. memutuskan untuk menunda program Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu sampai waktu yang ditentukan kemudian. Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno menjelaskan perseroan memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi pelaksanaan program tersebut karena masih banyak pertanyaan di tengah-tengah masyarakat.

“Besarnya animo serta banyaknya pertanyaan yang masuk membuat manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta,” kata Ganti dalam keterangan resmi, Senin (12/7/2021).

Adapun, pemberian vaksin untuk individu ini sesuai dengan Permenkes No. 10/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Aturan tersebut kemudian dilengkapi dengan Permenkes No. 19 Tahun 2021 mengenai program Vaksinasi Gotong Royong yang kemudian diperluas bagi individu/perorangan. 

Merespons kebijakan Kementerian Kesehatan tersebut, PT Kimia Farma Tbk. melalui cucu usahanya PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk Vaksinasi Gotong Royong secara individu/perorangan.

Sebelumnya, Ganti mengatakan perseroan mendukung upaya pemerintah untuk memperluas vaksinasi gotong royong tersebut untuk mencapai herd immunity.

Saat ini, program vaksinasi yang sudah berjalan di Indonesia terdiri dari program vaksinasi pemerintah dan program vaksinasi Gotong Royong untuk korporasi. Kedua program tersebut memiliki syarat-syarat tertentu yang mana tidak semua individu dapat mengaksesnya.

“Kalau tercapai herd immunity, kami harapkan juga secara bertahap tentunya nanti akan berdampak pada perekonomian kita ke depan sehingga masyarakat bisa merasa tenang dan nyaman menggerakkan roda ekonomi,” kata Ganti dalam konferensi pers, Minggu (11/7/2021).

Berbeda dengan program vaksinasi dari pemerintah yang menggunakan vaksin jenis SinoVac dan Astra Zeneca, program vaksinasi individu ini hanya akan menggunakan vaksin Sinopharm.

Selain itu, perbedaan juga terletak pada biaya vaksinasi. Apabila vaksinasi dari program pemerintah diberikan secara cuma-cuma, vaksinasi individu ini membebankan biaya kepada masing-masing individu yang akan divaksin. Dalam Permenkes Nomor 19 Tahun 2021 tadi, disebutkan harga vaksin untuk individu ini senilai Rp321.660 per dosis. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga saham kimia farma Vaksin Covid-19 Vaksin Gotong-royong
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top