Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BEI Rebalancing Indeks Sri-Kehati, Ini Dampaknya ke Reksa Dana

Perubahan yang terjadi pada indeks Sri-Kehati merupakan hal yang positif untuk prospek kinerja indeks serta produk reksa dana terkait ke depannya.
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Penyesuaian atau rebalancing pada indeks Sri-Kehati diyakini akan berimbas positif baik bagi kinerja indeks maupun produk-produk reksa dana yang menggunakannya sebagai aset dasar.

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan Penyesuaian Tahap 1 Jumlah Saham Penghitungan Indeks yaitu menerapkan saham free float +70 persen saham non-free-float serta batasan bobot (cap) yang nantinya akan mencapai 170 persen.

Salah satu indeks yang terkena penyesuaian ini adalah Sri Kehati. Untuk tahap pertama, cap indeks yang diterapkan mencapai 25,5 persen dari total 170 persen.

Periode efektif konstituen baru ini berlaku pada Juli hingga November 2021, sedangkan masa efektif jumlah saham penghitungan indeks adalah pada Juli hingga Agustus 2021

Terkait hal tersebut, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto memaparkan, perubahan susunan indeks bukan merupakan hal yang asing. Ia memaparkan, setiap 6 bulan, susunan indeks mengalamai perubahan mayor, yakni berubah bobot dan anggota atau konstituennya.

Pada jeda waktu antara perubahan besar tersebut, akan ada revisi minor yang juga memiliki jeda waktu setiap 6 bulan. Pada perubahan minor, hanya bobot sebuah indek yang berubah, anggota atau jumlah konstituen tidak mengalami pergantian.

“Dalam 1 tahun, untuk 1 indeks ada 4 kali penyesuaian, terdiri dari 2 mayor 2 minor,” jelasnya saat dihubungi pada Senin (28/6/2021).

Ia mengatakan, perubahan yang terjadi pada indeks Sri-Kehati merupakan hal yang positif untuk prospek kinerja indeks serta produk reksa dana terkait ke depannya. Menurutnya, perubahan kali ini lebih terkait bobot yang menambahkan porsi free float secara bertahap.

Lebih lanjut, Rudiyanto menuturkan, porsi free float merupakan porsi saham yang likuid sehingga mudah diperjual belikan. Selain itu, penyesuaian juga dilakukan secara bertahap sehingga tidak menyebabkan gejolak pada pasar secara tiba-tiba.

“Secara umum rebalancing dari indeks akan dilakukan sedemikian rupa sehingga selisih antara reksa dana indeks dengan indeks acuan atau tracking error-nya seminim mungkin,” imbuh Rudiyanto.

Sementara itu, dalam meracik ulang portofolio pada produk Panin Sri Kehati, Rudiyanto mengakui pihaknya tidak memiliki strategi khusus. Ia menjelaskan sesuai dengan peraturan, manajer investasi reksa dana indeks memiliki 80 persen dari anggota indeks dan bobot per saham antara 80 persen hingga 120 persen.

Penyesuaian portofolio akan dilakukan dengan mengacu pada aturan tersebut. Rebalancing portofolio tersebut juga memang memang rutin dilakukan setiap 3 bulan sekali.

“Tidak ada strategi khusus, kami hanya menyesuaikan dengan batasan antara 80 persen hingga 120 persen untuk menjaga bobot saham sesuai dengan aturan yang diperbolehkan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper